Jumat, 19 Februari 2021 

kalibernews Jakarta

 Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat atau PUPR melalui Direktorat Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan menargetkan proyek SPAM Regional Jatiluhur I dapat beroperasi pada kuartal pertama tahun 2024.

“Memperhatikan jadwal yang ada, target konstruksi kuartal III 2021, dan direncanakan untuk beroperasi pada kuartal pertama tahun 2024,” ujar Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Eko Djoeli Heripoerwanto dalam acara penandatanganan perjanjian Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) SPAM Regional Jatiluhur I di Jakarta, Jumat.

Menurut Eko, total investasi dari proyek KPBU ini sebesar Rp1,7 triliun dengan masa kerjasama selama 30 tahun yang terdiri dari 2,5 tahun masa konstruksi dan 27,5 masa operasi.

Proyek KPBU SPAM regional Jatiluhur I, akan menyediakan air minum curah sekitar 4.750 liter per detik.

SPAM tersebut akan menyalurkan air bersih kepada empat wilayah dengan distribusi Provinsi DKI Jakarta 4.000 liter per detik, Kota Bekasi 300 liter per detik, Kabupaten Bekasi 100 liter per detik, dan Kabupaten Karawang 350 liter per detik.

Proyek KPBU SPAM Regional Jatiluhur I ini menggunakan bentuk kerjasama Desain, Bangun, Biayai, Operasi, Pemeliharaan, dan Alih.

Pengembalian investasi proyek ini melalui tarif atau user charge.

Proyek KPBU SPAM Regional Jatiluhur I ini dimenangkan oleh konsorsium PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk., PT Wijaya Karya (Persero) Tbk., PT Tirta Gemah Ripah.

Konsorsium ini kemudian membentuk Badan usaha pelaksana yakni PT Wika Tirta Jaya Utama (Persero) Tbk.
Pewarta ((( Jujun J)))
Editor ((( Kang kw ))

By DEDE KW

KALIBERNEWS.NET. merupakan Media SKU & Online yang berdiri pada tahun 2020 lalu di Kabupaten Badung, yang mempunyai moto, "" Berbicara fakta tanpa rekayasa "" merupakan Media lokal jawa barat yang sudah memiliki beberapa kepala perwakilan dan beberapa kepala biro di Indonesia,,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *