Garut,-Kalibernews,-[] Pasca diumumkan nya kenaikan harga BBM 4/9/2022 oleh presiden Jokowi, Ribuan Mahasiswa mahasiswi dan Aliansi Alinsi diseluruh provinsi Kabupaten/Kota terjun kelapangan untuk menyuarakan Penolakan kenaikan BBM.
Namun hal tersebut mungkin hanya dianggap sebagai isapan jempol belaka, karena BBM sudah dinyatakan dan disyahkan naik oleh pemerintah negara kesatuan republik Indonesia atas nama presiden Joko Widodo, satu hari kemare
Kenaikan harga BBM bersubsidi seolah olah tidak berpengaruh bagi warga masyarakat atau bukti ketidak berdayaan warga masyarakat dalam menolak kenaikan Harga BBM, karena tampak di areal SPBU 34.441.02. Jl Cimanuk Tarogong Kidul masih terjadi Antrian para pengendara roda dua dan roda empat yang akan mengisi BBM untuk kendaraanny
Saat di konfirmasi kalibernews beberapa pengendara yang enggan disebutkan Identitasnya, mereka pengendara roda dua yang ikut dalam antrian untuk mengisi kendaraannya, jawaban dari mereka itu hampir sama mereka menjawab. Sebesar apapun kekuatan kita /rakyat untuk melakukan penolakan terhadap kenaikan BBM itu hanya hisapan jempol belaka, karena pemerintah melalui Presiden Jokowi sudah menyatakan dan mengesahkan bahwa BBM bersubsidi itu nai
Jadi apalagi yang harus di tolak kita hanya rakyat kecil yang berada dibawah kami tidak faham apa yang harus dilakukan, kalau kami ikut ikutan dalam penolakan terhadap kenaikan BBM itu hanya mimpi, daripada pusing udah lah saya terima saja, yang terpenting ketika kami butuh BBM persediaan nya selalu ada dan jangan ada bahasa Bensin Koson
Saat diwawancarai salah seorang pekerja SPBU 34.441.02. yang enggan disebutkan Identitasnya Mengucapkan bahwa terjadi antrian panjang di SPBU tempat dia bekerja, karena saat ini sudah dijalankan sistem Laporan Online, dengan catatan setiap kendaraan Khususnya kendaraan Roda Empat, saat ini Plat nomor Kendaraan yang akan mengisi BBM harus dicatat dan didaftarkan serta dilaporkan secara online, ke Server Pertamina, jadi menyebabkan terjadinya antrian panjang pungkasnya
pewarta (( Herna Susilawati))
Editor (( dedekw678@gmail.com ))