Garut-Kalibernews,-[] Pada Edisi Tahun 2022 Ada Kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) pelatihan Tatakelola Keuangan Desa atau Sistem Keuangan Desa (Siskeudes), di tingkat provinsi Jawa Barat, terdapat 230 orang Perangkat Desa dari 100 Desa yang Ikut dalam Kegiatan tersebut.

 

Kegiatan Bimtek diselenggarakan oleh Satu perusahaan Bimbingan Teknis bernama Lembaga Pengembangan Aparatur Pemerintah (Lempana), LK KEMENKUMHAM RI – NOMOR AHU-0016354.AH.01.07.TAHUN 2017. yang beralamat kantor di Perumahan Cemara Hijau, Jalan Melati, Medan Estate, Kecamatan Perut, Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.

 

Kegiatan Bimtek Perangkat Desa di lepas langsung oleh Bupati Garut H. Rudy Gunawan para perangkat Desa yang merupakan perwakilan dari seluruh Desa yang ada diKabupaten Garut, namun ada yang aneh dan menjadi pertanyaan bagi kami Awak Media Sebagai sebagai sosial Control, karena dari kecamatan Karangpawitan tidak perangkat Desa ada yang berangkat mengikuti Kegiatan Bimtek tersebut, namun para kepala Desa Tetap harus menyetorkan uang kepada ketua DPK APDESI Tingkat Kecamatan.

 

 

Melihat dan mendengar kejadian tersebut Kami Awak Media Melakukan investigasi dan wawancara dengan beberapa perangkat Desa di beberapa Desa, Menurut keterangan dari mereka perangkat Desa yang berangkat mengikuti kegiatan Bimtek selama empat hari yang diadakan di Hotel Horizon Bandung, para perangkat membenarkan dan mengakui bahwa masing- masing peserta Bimtek itu dipungut uang pendaftaran Bimtek sebesar Rp. 10 Juta setiap orang, anggaran tersebut dianggarkan pada Anggaran Dana Desa Tahun 2022.

 

Menurut hasil konfirmasi disalah satu Desa perangkat Desa yang enggan di sebutkan Identitanya mengatakan bawa ada nota keberatan bagi kami perangkat Desa Namun Kepala Desa Menyetujui nya maka kami harus ikut dan berangkat ke acara Bimtek, padahal kalau melihat besaran Anggaran yang dikeluarkan Desa uang tersebut cukup besar, jika di Estimasi ongkos ke Bandung PP itu Cukup 200 ribu dan biaya nginep dan makan di Hotel selama 4 Hari paling juga Habis 2 Jutaan, ungkapnya.

 

Di lain tempat dan waktu yang berbeda saat di konfirmasi salah seorang Kepala Desa yang enggan di sebutkan identitanya, yang bersangkutan menyampaikan juga bahwa benar adanya telah memberikan uang senilai 6 juta, padahal dari Desanya tidak memberangkatkan Perangkat nya untuk ikut Bimtek, namun katanya sebagai kompensasi/iuran dari Desa yang tidak memberangkatkan Perangkatnya.

 

Baru baru ini beberapa awak media yang tergabung dalam Paguyuban Wartawan Intan Dewata Karangpawitan melakukan Konfirmasi langsung kepada Ketua DPK Apdesi Kecamatan Karangpawitan. Kepala Desa Situ Gede Dedi Suryadi, Ketua DPK APDESI Karangpawitan mengelak bahwa dirinya telah menerima uang senilai 6 Juta dari setiap Desa karena tidak memberangkatkan Perangkatnya Untuk Bimtek ungkapnya.

 

pada Tempat dan waktu yang sama Tepatnya di Desa Situ Gede Kecamatan Karangpawitan “Ketua Persatuan Wartawan Intan Dewata Karangpawitan mengatakan “bahwa pihaknya telah mengatongi bukti bukti yang akurat terkaitΒ  pemberian uang dari para Kepala Desa dan penerimaan uang Oleh Ketua DPK APDESI Karangpawitan, pihaknya akan melaporkan kejadian ini kepihah APH. Pungkasnya

Pewarta (( Sumpena DPD IWO Indonesia)

Editor (( dedekw678@gmail.com ))

By DEDE KW

KALIBERNEWS.NET. merupakan Media SKU & Online yang berdiri pada tahun 2020 lalu di Kabupaten Badung, yang mempunyai moto, "" Berbicara fakta tanpa rekayasa "" merupakan Media lokal jawa barat yang sudah memiliki beberapa kepala perwakilan dan beberapa kepala biro di Indonesia,,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *