Garut.-Kalibernews.net-//-(25/08/2025). Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan Pemerintah Kabupaten Garut sejak Januari 2025 terus berangsur ke setiap sekolah.
Hingga Agustus ini, sebagian sekolah baru mulai menerima program tersebut. Namun, di tahap awal penyaluran, sejumlah keluhan muncul terkait kualitas maupun kuantitas makanan yang diterima siswa.Salah satunya datang dari SMP Negeri 4 Bayongbong.
Pihak sekolah melalui Humas, Eti Setiawati, menyampaikan bahwa makanan yang dikirim terkadang tidak lagi dalam kondisi segar sehingga mengurangi kesan sehat dan selera makan siswa. “Kadang ada makanan yang sudah tidak segar lagi, akibatnya anak-anak enggan mengonsumsi. Ditambah menu lauk pauk yang kurang diminati siswa.
Kami berharap kualitas produk lebih ditingkatkan, walaupun dari segi penyajian sebenarnya sudah baik dan memenuhi syarat 4 sehat 5 sempurna,” ungkap Heti, .Hrti menambahkan, selain aspek kualitas, variasi menu juga perlu diperhatikan.
Menurutnya, pilihan makanan yang beragam bisa menjadi daya tarik tersendiri agar siswa lebih bersemangat mengonsumsi makanan sehat. “Kalau ada pilihan menu, anak-anak bisa menyesuaikan dengan selera mereka. Yang penting tetap sehat, segar, dan bergizi,” ujarnya.
Sejumlah siswa pun mengaku senang dengan adanya program MBG, namun berharap menu yang diberikan lebih bervariasi dan sesuai dengan selera anak sekolah. Mereka menilai, meski program ini sangat membantu, kualitas rasa dan kesegaran makanan menjadi hal penting agar program benar-benar tepat sasaran.
Program MBG sendiri merupakan salah satu upaya pemerintah daerah untuk mendukung peningkatan gizi siswa, dengan harapan dapat menunjang konsentrasi belajar serta menekan angka kasus gizi buruk di Kabupaten Garut. *** Aries ***