SBB-//-Kalibernews.net-//-kejadian dugaan keracunan MBG di beberapa sekolah kecamatan kairatu senin tanggal 20 oktober kemarin menggegerkan dan sangat mengejutkan publik hingga berdampak pada tingkat kecemasan orang tua dan siswa di tingkat Sekolah Dasar, SMP dan SMA Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) Maluku.

Hal ini menggambarkan bahwa program MBG belum siap dan belum higinis seperti yang di harapkan MBG bukan lagi makanan bergizi gratis tetapi membawa bencana besar dan merupakan kejadian luar biasa yang mengancam nyawa manusia sehingga pihak pihak terkait perlu melakukan evaluasi dan investigasi.

Pada selasa dini hari 21 oktober media ini telah melakukan pantaaun di beberapa sekolah termasuk Sekolah Dasar Negeri Olas Kecamatan Huamual dan menemui beberapa sumber orang tua murid.

Orang tua merid kepada media ini jam 10:00 wit mengatakan beta menolak keras MBG beta melarang beta pung anak makan MBG pertimbangannya mencegah sebelum terjadi hal yang tidak diinginkan sebab beta berkaca dari kejadian di kecamatan kairatu tenaga medis pasti kewalahan menangani banyaknya pasien belum lagi meminta bantuan oksigen dari RSUD piru.

Katong disini hanya satu puskesmas tanah goyang jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan bagaimana nasib anak anak kita nanti, jarak tempuh jauh mendingan katong kasi makan katong pung anak anak sandiri saja di rumah daripada mengambil resiko, bukan berpikir terburuk tapi waspada lebih baik dari pada mengobati.

Beta bisa ijinkan beta pung anak makan MBG Terkecuali ada garansi dari tim gizi yang bertugas di dapur MBG yang salur makanan dan tim pemantau langsung MBG turun sosialisasi kalau seng katong takut, takut ada mie ataupun bahan lain yang suda kadaluarsa.

Sementara media ini wawancara salah satu siswa Sekolah Dasar Negeri Olas Kecamatan Huamual mengatakan di katong pung sekolah yang makan MBG hari ini berkurang untuk murid kelas 3 sebagian besar tidak makan hanya dua orang, karena takut dan trauma kejadian kemarin di beberapa SD di Kecamatan kairatu.

Masyarakat berharap kepada yang mendapat proyek makanan bergizi gratis (MBG) sebelum MBG di bagi dari dapur ke tiap sekolah harus ada sosialisasi dari pemegang proyek, ke orang tua siswa dengan membawa tim Pemantau kecamatan dan kabupaten serta tim ahli Gizi yang stan baik di dapur bukan main bagi begitu saja,

“masyarakat juga meminta kepada Kepolisian Daerah sbb agar melakukan pemeriksaan kelengkapan tim gizi, pengawas kecamatan maupun kabupaten di seluruh Dapur MBG di Kabupaten seram bagian barat (SBB) jika tidak ada perlu untuk di pertanyakan?

Kemudian masyarakat berharap dapur MBG harus di perkecil minimal masing masing kampung punya Dapur.tutup. 21.10.2025.Pewarta (Kaperwil Maluku).

By DEDE KW

KALIBERNEWS.NET. merupakan Media SKU & Online yang berdiri pada tahun 2020 lalu di Kabupaten Badung, yang mempunyai moto, "" Berbicara fakta tanpa rekayasa "" merupakan Media lokal jawa barat yang sudah memiliki beberapa kepala perwakilan dan beberapa kepala biro di Indonesia,,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *