GARUT,-Kalibernews.net.-//-– Wakil Bupati Garut, juga selaku Ketua Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Kabupaten Garut, Putri Karlina, menghadiri kegiatan Yudisium dan Pelepasan Program Internship Dokter Gigi Indonesia (PIDGI) Angkatan V Tahun 2025 yang berlangsung di Aula Lantai 2 Gedung Farmasi UOBK RSUD dr. Slamet Garut, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Senin (11/10/2025).

‎Putri Karlina yang juga sejawat dokter gigi, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasinya kepada para dokter gigi internship yang telah mengabdi selama enam bulan di Garut.

‎”Saya mengucapkan selamat kepada teman-teman dokter gigi baru ya insha Allah, sudah siap masuk ke dunia pengabdian yang sesungguhnya. Enam bulan kalian ada di sini, di Garut, saya selaku kepala daerah juga sebagai sejawat teman-teman mengucapkan terima kasih,” ucap Putri Karlina.

‎Putri Karlina menyoroti kebutuhan tenaga dokter gigi di Garut yang masih jauh dari memadai, terutama di wilayah pelosok. Meskipun jumlah dokter gigi saat ini telah berlipat ganda dibandingkan masa lalu, luasnya wilayah Garut, khususnya Garut Selatan, menjadi tantangan besar.

‎”Dulu waktu pertama saya hadir di sini dokter gigi cuman 30, apalagi jaman dokter Suharso dulu makin gak ada lagi, sekarang alhamdulilah jumlah kami berlipat tapi tetap masih kurang karena wilayah kami ini luas sekali dan memang saya akui ketertarikan untuk teman-teman berpraktik di Garut Selatan pasti sangat rendah,” paparnya.

‎Putri mengakui rendahnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Garut yang juga dipengaruhi oleh rendahnya tingkat kesadaran dan akses kesehatan masyarakat. Namun, ia menegaskan optimisme pemerintah daerah untuk terus berjuang meningkatkan IPM.

‎Kepada 14 peserta PIDGI yang melakukan yudisium, Putri berpesan agar profesi dokter gigi dijadikan jalan hidup yang setengahnya adalah pengabdian. Meskipun memiliki peluang kesejahteraan yang tinggi di perkotaan, ia menitipkan agar para dokter gigi baru tidak melupakan masyarakat di daerah terpencil.

‎”Saya titip teman-teman Indonesia ini masyarakat terutama di daerah-daerah terpencil masih sangat membutuhkan bantuan tenaga kesehatan. Sekali-kali mungkin ketika teman-teman akhirnya memilih untuk berkarir di kota, kalau ada kegiatan bakti sosial jangan lupa sama Garut, apalagi Garut Selatan. Tolong gaungkan kepada dunia bahwa kami sangat membutuhkan dokter gigi yang mau mengabdikan diri di sini,” pintanya.

‎Ia berharap pengalaman yang didapatkan selama di Garut, baik secara akademik maupun sosial, dapat menjadi bekal berharga di dunia profesional. Wabup juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh stakeholder yang membantu kesuksesan program, mulai dari Direktur RSUD, Kepala Dinas Kesehatan, hingga dokter-dokter Puskesmas.

‎Sementara itu, Direktur UOBK RSUD dr. Slamet Garut, dr. Inge Andriani Heriawan, menyampaikan bahwa yudisium ini adalah awal dari kegiatan profesional para dokter gigi yang sesungguhnya.

‎”Kami percaya pengalaman yang saudara peroleh dari sini dalam melayani masyarakat Garut, dengan segala dinamikanya, tantangannya, telah menempa saudara-saudara semua menjadi dokter gigi yang tidak hanya cakap secara klinis tetapi juga memilki hati yang tulus dalam mengabdi,” ujar dr. Inge.

‎Ia memaparkan, Program Internship Dokter Gigi Indonesia Periode II Tahun 2025 ini dilaksanakan di RSUD dr. Slamet, Puskesmas Tarogong, dan Puskesmas Pembangunan telah selesai bertugas. Sebanyak 14 orang peserta telah bertugas selama enam bulan, sejak tanggal 22 Mei Tahun 2025 sampai 22 November 2025.***Diskominfo***

By DEDE KW

KALIBERNEWS.NET. merupakan Media SKU & Online yang berdiri pada tahun 2020 lalu di Kabupaten Badung, yang mempunyai moto, "" Berbicara fakta tanpa rekayasa "" merupakan Media lokal jawa barat yang sudah memiliki beberapa kepala perwakilan dan beberapa kepala biro di Indonesia,,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *