Garut,–Kalibernews.net –SDN 2 Simpang 1 dari ratusan sekolah dasar negeri di kabupaten Garut yang hanya memiliki 1 MCK buat siswa/wi, SDN 2 Simpang berdomisili di Jl. Raya Cigembong, Desa Simpang, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut, Kini tengah menghadapi persoalan serius terkait kurangnya sarana dan prasarana penunjang pendidikan terutama kekurangan MCK.

SDN 2 Simpang tercatat memiliki 208 siswa dengan jumlah 11 guru, termasuk 2 guru honorer, didalamnya selain telah memiliki fasilitas 6 ruang kelas belajar, SDN 2 Simpang baru memiliki 2 MCK (1 untuk guru dan 1 MCK untuk siswa/siswi) berdasarkan pantauan awak media kondisi MCK SDN 2 Simpang sudah tidak layak pakai.

Mungkin Keterbatasan saspras ini membuat kegiatan belajar mengajar agak sedikit terhambat, terlebih keberadaan 1 MCK yang ada saat ini digunakan dan menampung kebutuhan 208 siswa, ini masalah serius yang perlu segera di antisipasi Pemerintah Kabupaten Garut.

Kondisi ini terungkap berdasarkan hasil pantauan Pimpinan Redaksi Kalibernews.net sekaligus Ketua DPD Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWOI) Kabupaten Garut dan Tim Investigasi Selasa, 18 November 2025 sekitar pukul 10.15 WIB.

Menurut keterangan beberapa guru saat diwawancarai di ruang guru, yang enggan disebutkan identitasnya satu persatu menyampaikan bahwa “SDN 2 Simpang terakhir kali menerima bantuan rehabilitasi ruang kelas pada tahun anggaran 2020 lalu, setelah itu, hingga tahun 2025 tidak ada program rehabilitasi maupun pembangunan ruang kelas baru (RKB), saspras lainnya

Lanjut salah seorang Guru, kami butuh beberapa fasilitas penting seperti Ruang perpustakaan, ruang kepala sekolah, gudang, dan yang paling urgent yaitu MCK untuk digunakan 208 siswa/wi dan guru, saat ini ada juga kondisi selain tidak memadai bahkan sudah tidak layak digunakan seperti yang bapak lihat gumamnya

Lanjut Salah seorang guru yang tidak ingin disebut namanya mengungkapkan bahwa keberadaan MCK, Atap MCK sudah mengalami kebocoran, dan Lokasinya terlalu terbuka, kapasitasnya tidak mencukupi

Hal ini berpotensi mengganggu kenyamanan dan keamanan siswa/wi, Guru dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar, guru itu juga juga menyampaikan bahwa pihak sekolah telah berkali-kali mengajukan proposal permohonan, ke Dinas berupa kebutuhan sarpras hal ini disampaikan kepala sekolah dan diteruskan ke Dinas Pendidikan, namun sampai hari ini tidak ada kejelasan informasi maupun realisasi.

Kami guru berharap Bupati Garut melalui Dinas Pendidikan segera mencatat dan segera meninjau kondisi SDN 2 Simpang sebagai skala prioritas pembangunan pada tahun 2026, Guru menilai bahwa Dinas Pendidikan selama ini seolah-olah tutup mata dan tutup telinga terhadap kondisi sekolah yang sangat membutuhkan perhatian.

Kondisi fasilitas pendidikan yang tidak layak selain berpotensi menghambat kualitas pembelajaran bagi 208 siswa SDN 2 Simpang. Respon cepat Pemerintah Kabupaten Garut sangat dibutuhkan agar kebutuhan dasar pendidikan dapat terpenuhi dan kegiatan belajar mengajar kembali berjalan optimal pungkasnya***Red ***

By DEDE KW

KALIBERNEWS.NET. merupakan Media SKU & Online yang berdiri pada tahun 2020 lalu di Kabupaten Badung, yang mempunyai moto, "" Berbicara fakta tanpa rekayasa "" merupakan Media lokal jawa barat yang sudah memiliki beberapa kepala perwakilan dan beberapa kepala biro di Indonesia,,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *