SBB-//-Kalibernews.net-//-.Kejadian tanggal 27 november lalu diduga 11 oknum polisi menggunakan dua bodi transport laut mengejar satu bodi transport milik masyarakat Dusun wayasel, dari Dusun Hulung Desa Iha menuju Dusun Wayasel Desa Luhu Kecamatan Huamual.

Kejadian di tengah laut sekitar jam empat subuh, masyarakat di tembak dari bodi sebela yang diduga milik oknum polisi terarah ke bodi masyarakat secara rentetan di lakukan penggeledahan bahkan masyarakat di aniaya.

Atas kejadian itu Ketua GPII SBB Darto Al Bana mengutuk keras oknum yang mengaku Polisi, melakukan penggeledahan dan mengeluarkan tembakan yang terarah ke masyarakat tidak mengarah ke atas sebagai tanda peringatan untuk berhenti.

Darto mengatakan Oknum yang menggunakan senjata api mengaku dirinya adalah polisi tapi tidak menggunakan seragam Negara harus ditindak tegas oleh karena itu di minta kepada Kapolda Maluku agar mengusut tuntas kasus ini.

Dan segera lakukan penyilidikan lebih dalam dan terbuka untuk publik agar masyarakat mengetahui siapa pelaku dibalik semua itu apakah benar oknum polisi atau preman yang berasal dari masyarakat sendiri? Masyarakat berharap Kepada Kapolda Maluku kejadian seperti itu tidak terulang kembali.

Media ini telah konfirmasi Kapolsek Huamual sebagai wilayah hukumnya,Kapolsek mengatakan kejadian sejak tanggal 27 dan saya baru mendapat informasi di tanggal 13 setelah di publikasi oleh salah satu media, kami langsung bergerak cepat melakukan investigasi dan penyilidikan dengan melibatkan buser polres seram bagian barat.

Polsek Huamual menyampaikan bahwa kami suda memanggil korban la suriadi untuk di mintai keterangan, suriadin menjelaskan bahwa benar ada kejadian penembakan dan penggeledahan oknum kisaran 10-11 orang tetapi yang menggunakan senjata api hanya satu orang itupun mereka tidak menggunakan seragam lengkap ia tidak mengerti anggota polisi atau bukan dirinya menyebut itu polisi karna dia memegang senjata api.

Kasat Reskrim SBB melalui ketua GPII SBB Darto Al Bana, mengingatkan kepada masyarakat agar peka terhadap oknum yang melakukan penyergapan sehingga tidak menerka-nerka terhadap petugas dari instansi mana yang melakukan tembakan tersebut.

Harus bisa memastikan minimal petugas dapat menunjukan surat perintah tugas kepada warga yang di sergap sehingga bisa mengetahui dari institusi mana, karena kegiatan yang bersipatnya, operasi itu ada SOP, dan ada Sprintnya. Pungkas Daryo Senin.15.12.2025. Pewarta(Kaperwil Maluku).

By DEDE KW

KALIBERNEWS.NET. merupakan Media SKU & Online yang berdiri pada tahun 2020 lalu di Kabupaten Badung, yang mempunyai moto, "" Berbicara fakta tanpa rekayasa "" merupakan Media lokal jawa barat yang sudah memiliki beberapa kepala perwakilan dan beberapa kepala biro di Indonesia,,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *