Soreang,-Kalibernews.net.-//~ Diduga kuat proyek siluman kerjakan proyek rabat beton jalan RW 07 Desa Marga Mulya yang dikerjakan oleh kontraktor CV Siluman yang tidak terpampang papan informasi Keterbukaan informasi publik ( KIP ) yang mengacu pada Undang-undang No. 14 Tahun 2008 menjadi sorotan setelah beberapa warga menuding bahwa proses pelaksanaan proyek tidak transparan. Selasa 23/12/25.
Ketua RW 07 menyampaikan kepada awak media melalui WhatsApp” Bahwasanya” siapa pelaksana atau pemborong nya tidak tau dan anggaran pun tidak tahu, dan seolah-olah tidak ada keterbukaan samapi hari ini juga.” Ucap ketua RW 07″.Menurut Warga, proses proyek tidak dilakukan secara terbuka dan tidak ada sosialisasi kepada masyarakat.
Selain itu, kualitas rabat beton juga dipertanyakan karena beberapa bagian sudah mengalami kerusakan.”Kami tidak tahu siapa yang mengerjakan proyek ini dan bagaimana prosesnya. Yang jelas, hasilnya tidak sesuai dengan harapan,” kata salah satu warga.
Saat Sekertaris DPC LSM Penjara kab Bandung kang Usep uden” juga mengkonfirmasi kepada penanggung jawab atau pelaksana lapangan berinisial ( SI ) dan ( GA ) melalui WhatsApp dan tidak pernah ada respon, kang usep uden Sekertaris DPC LSM Penjara menambahkan” penggunaan anggaran yang tidak sesuai dengan spek yang telah disepakati. “Kami ingin tahu, kemana uang rakyat itu digunakan,” tambah sekertaris DPC LSM Penjara Usep uden”
.Di sela-sela Pihak kontraktor, CV belum memberikan respons atas tudingan tersebut. Sementara itu melanggar UU no 14 tahun 2008 keterbukaan publik ( KIP ) Dan konsultan atau pengawas tidak pernah datang kelokasi dan pelaksana lapangan atau penanggung jawab kegiatan proyek tak pernah muncul ke lapangan” ucap kang Usep uden”.
Sekertaris DPC LSM Penjara Usep uden” akan menginstruksikan kepada jajaran untuk melakukan investigasi atas masalah ini, apalagi proyek rabat beton jalan gang RW 07 pihak pemborong atau kontraktor memberikan kepercayaan kepada ketua RW 07 untuk di borong kan pekerjaannya dari upah kerja sampai barang matrial nya, “Proyek ini harus dipertanggungjawabkan.
Kami akan meminta klarifikasi kepada kontraktor dan pemerintah kelurahan,” kata salah satu media dan rekan-rekan LSM yang aktif dalam pengawasan proyek.” Pungkasnya”.(( Red ))Editor (( Denz ))