MAJALENGKA,-Kalibernews.net.-// – Ambruknya salah satu bangunan di SD Negeri Andir 2, Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, menuai perhatian serius dari Komisi III DPRD Majalengka.
Pasalnya, bangunan sekolah tersebut diketahui baru berusia sekitar lima tahun dan sebelumnya tidak menunjukkan tanda-tanda kerusakan.
Untuk memastikan penyebab kejadian tersebut, Komisi III DPRD Majalengka melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi sekolah pada Jumat (9/1/2026).
Ketua Komisi III DPRD Majalengka, H. Iing Misbahudin, menyampaikan bahwa secara usia, bangunan tersebut seharusnya masih dalam kondisi baik dan layak digunakan.
“Kalau melihat usianya, bangunan ini mestinya masih bagus. Tapi kenyataannya bisa ambruk begitu saja dan tidak ada tanda-tanda kerusakan sebelumnya,” ujar Iing di lokasi sidak.
Dari hasil temuan awal, Komisi III DPRD menyebut material genteng yang digunakan telah sesuai spesifikasi, yakni menggunakan genteng Morando. Namun, kejanggalan justru ditemukan pada bagian rangka atap, khususnya baja ringan pada kuda-kuda bangunan.
Menurut Iing, jarak antar rangka kuda-kuda sekitar 80 sentimeter masih tergolong wajar. Akan tetapi, kualitas baja ringan yang digunakan dinilai tidak sesuai dengan spesifikasi teknis yang tercantum dalam dokumen.
“Di spesifikasi tertulis ketebalan 0,75, tapi saat saya raba dan lihat langsung, baja ringannya terlalu lentur,” ungkapnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa konsultan pembangunan SDN Andir 2 diketahui menangani proyek pembangunan di sekitar 10 sekolah lain di Kabupaten Majalengka pada tahun yang sama. Namun, dari hasil penelusuran awal, hanya bangunan SDN Andir 2 yang mengalami kerusakan hingga ambruk.
“Ini yang menjadi tanda tanya kami. Konsultannya sama, tahun pembangunannya juga sama, tapi yang ambruk hanya satu,” ucap Iing.
Komisi III DPRD Majalengka menilai persoalan ini sangat serius karena berkaitan dengan penggunaan anggaran publik. Oleh karena itu, DPRD berencana memanggil Dinas Pendidikan serta Inspektorat Daerah untuk dimintai penjelasan dan pertanggungjawaban.
“Ini anggaran masyarakat. Kami akan memanggil Dinas Pendidikan dan Inspektorat untuk meminta penjelasan secara terbuka,” tegasnya.
Selain itu, DPRD meminta agar bangunan yang ambruk tidak langsung diperbaiki sebelum dilakukan audit menyeluruh. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan penyebab pasti robohnya bangunan.
“Kami minta jangan disentuh dulu. Harus diaudit supaya jelas apa penyebabnya,” katanya.
Iing juga mengingatkan adanya potensi bahaya pada bangunan sekolah lain yang dibangun pada tahun yang sama. Ia meminta agar dilakukan pemeriksaan menyeluruh guna mencegah kejadian serupa terulang.
“Kalau terbukti karena kualitas material tidak sesuai, berarti ada pelanggaran dan itu harus ditindak,” pungkasnya. *** ASP ***