Bandung Barat,-Kalibernews.net.-//— Bencana tanah longsor besar melanda kawasan Kaki Gunung Burangrang, tepatnya di Kampung Pasir Kuning RT 05 RW 11, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.

Hingga Rabu (28/1/2026) pukul 18.00 WIB, tragedi ini telah merenggut 49 korban jiwa, sementara 31 warga lainnya masih dinyatakan hilang dan terus dicari oleh tim gabungan.

Longsor yang menghantam kawasan permukiman tersebut menimbun 30 unit rumah dan berdampak langsung terhadap 158 warga, dengan 78 orang berhasil ditemukan selamat.

Ratusan keluarga kini hidup dalam pengungsian, diliputi duka, trauma, dan ketidakpastian.Negara merespons dengan operasi besar-besaran.

Sebanyak 3.349 personel gabungan dari TNI, Polri, Basarnas, BPBD, dan relawan dikerahkan. Pencarian dilakukan dengan dukungan helikopter, excavator, drone thermal, rescue car, ambulance, hingga jaringan satelit Starlink, menyisir area longsor sepanjang kurang lebih dua kilometer di medan yang ekstrem dan berisiko tinggi.

Di tengah upaya penyelamatan tersebut, Ketua Umum Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWO-I), Rushendi, menyampaikan duka cita mendalam atas tragedi kemanusiaan ini.“Kami dari keluarga besar IWO-Indonesia Khususnya DPD IWOI KBB turut berduka cita sedalam-dalamnya atas wafatnya para korban bencana longsor di Pasirlangu.

Ini bukan sekadar musibah, ini luka kolektif bangsa. Doa kami menyertai para korban, keluarga yang ditinggalkan, serta seluruh petugas yang saat ini berjibaku di lapangan,” ujar Rushendi.

Rushendi juga menekankan bahwa tragedi ini harus menjadi titik refleksi nasional, bukan sekadar berita duka yang berlalu.“Ke depan, negara tidak boleh hanya hadir saat bencana terjadi, tetapi harus jauh lebih serius dalam pencegahan.

Tata ruang, mitigasi bencana, dan perlindungan warga di kawasan rawan longsor harus menjadi prioritas nyata, bukan sekadar dokumen,” tegasnya.

Ia menilai, peran media sangat penting untuk memastikan tragedi semacam ini tidak tenggelam oleh waktu.“Media memiliki tanggung jawab moral untuk terus mengawal proses pencarian, transparansi data korban, serta memastikan hak-hak para penyintas terpenuhi.

Tragedi ini harus menjadi pelajaran nasional agar tidak kembali memakan korban di masa depan,” tambahnya.Sementara itu, 790 warga masih mengungsi di aula desa, GOR, dan lingkungan RW sekitar.

Pemerintah daerah menyatakan proses pendataan korban masih berlangsung dan memungkinkan adanya perubahan angka seiring pencocokan identitas dan temuan di lapangan.

Operasi SAR akan dilanjutkan pada Kamis (29/1/2026) mulai pukul 07.00 WIB dengan pola apel gabungan dan pembagian sektor pencarian oleh Basarnas.

Fokus utama tetap pada pencarian korban hilang, evakuasi lanjutan, serta pengamanan personel dari potensi longsor susulan.

Tragedi longsor di kaki Gunung Burangrang menjadi peringatan keras tentang rapuhnya keselamatan warga di kawasan rawan bencana.

Di tengah duka yang menyelimuti Bandung Barat, publik kini menunggu bukan hanya hasil pencarian, tetapi keberanian negara mengambil langkah korektif agar tragedi serupa tidak terus berulang. *** IWOI KBB ***

By DEDE KW

KALIBERNEWS.NET. merupakan Media SKU & Online yang berdiri pada tahun 2020 lalu di Kabupaten Badung, yang mempunyai moto, "" Berbicara fakta tanpa rekayasa "" merupakan Media lokal jawa barat yang sudah memiliki beberapa kepala perwakilan dan beberapa kepala biro di Indonesia,,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *