Majalengka,-Kalibernews.net.-//— Sejumlah warga Desa Cingambul, Kecamatan Cingambul, Kabupaten Majalengka, mempertanyakan transparansi pengelolaan Dana Desa tahun anggaran 2024–2025.
Warga menilai realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) belum sepenuhnya disampaikan secara terbuka dan akuntabel, beberapa poin kegiatan yang dilaporkan dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) disebutkan tidak sesuai dengan kondisi di lapangan.
Warga menduga adanya praktik markup anggaran serta laporan fiktif pada sejumlah kegiatan tidak tepat sasaran, seorang aktivis pemerhati pembangunan dan Lingkungan Kabupaten Mahalengka inisial (ATP) menyatakan bahwa pengelolaan Dana Desa di Desa Cingambul Kecamatan Cingambul, perlu dilakukan Cek and ricek dilapangan.
Lanjut ATP Kenapa Perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah. dan APH“saya menilai perlu ada evaluasi menyeluruh terhadap realisasi Dana Desa, karena beberapa kegiatan tidak sesuai dengan laporan yang disampaikan,” ujarnya saat ditemui, dirumah kediamannya Kecamatan Cikijing Jumat (06/02/2026).
Warga juga mempertanyakan besaran anggaran operasional Posyandu yang tercantum dalam laporan, sementara hasil penelusuran lapangan dinilai tidak sebanding dengan jumlah dana yang dialokasikan.
Selain itu, pembangunan infrastruktur pertanian dilaporkan minim spesifikasi teknis dan rencana anggaran biaya (RAB), kondisi fisik infrastruktur yang dibangun dinilai kurang layak dan cepat mengalami kerusakan, Warga juga mengeluhkan mekanisme penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa.
Karena banyaknya ketimpangan Kepada KPM, hanya keluarga dekatnya RT, RW, dan prangkat desa sehingga menimbulkan cemburu sosial kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) serta adanya keterlibatan masyarakat dalam program ketahanan pangan.
“Program ketahanan pangan seharusnya melibatkan langsung petani, agar manfaatnya dirasakan secara nyata,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.Serta banyaknya sorotan dari publik masyarakat Kepengurusan BUMDES yang kurang transparan serta pembangunan taman yang berada di depan kantor desa.
Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Desa Cingambul belum dapat dimintai keterangan, Upaya konfirmasi yang dilakukan kepada Kepala desa oleh awak media, namun menemui kebuntuan karena tim awak media selain menunggu di kantor Desa, tim awak media Dua kali menyambangi rumah kediamannya.
Hal ini tim lakukan demi mendapatkan penjelasan dari kepala Desa, karena ada yang menarik atas jawaban sekretaris desa kalau menyangkut anggaran langsung saja ke kepala desa, datang saja ke rumah pak kades, saya sudah pusing menghadapi monev dan pemeriksaan Inspektorat, belum tenang menunggu hasil LHP dari inspektorat. Ungkap Sekdes.
Warga berharap pemerintah daerah melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Inspektorat, serta aparat pengawas internal pemerintah (APIP) dapat melakukan evaluasi dan pengawasan lebih lanjut terhadap pengelolaan Dana Desa Cingambul. ***Lipsus Kalibernews.net**TIM***