GARUT,-Kalibernews.net.-//– Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sindanggalih Karangpawitan di bawah naungan Yayasan Rafifa Putra Gunawan akan segera beroperasi.

Hal ini diawali dengan peresmian yang berlangsung di Kampung Nagrog, Desa Sindanggalih, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut, Minggu (15/2/2026).

Camat Karangpawitan, Anas Aolia Malik, menyambut baik kehadiran SPPG Sindanggalih 10 ini. Ia berharap kehadiran satuan pelayanan ini dapat menjadi motor penggerak dalam menyiapkan generasi muda Garut menghadapi Indonesia Emas 2045.

“Harapan kami sama dengan keinginan pimpinan kebijakan dari tingkat atas. Bahwa ini pemerataan dalam rangka meningkatkan gizi masyarakat menyongsong Indonesia Emas 2045. Mudah-mudahan anak-anak bisa terpenuhi standar gizinya dan kelak mereka akan menjadi penerus bangsa,” ujar Anas.

Kepala Bidang Konsumsi dan Pengembangan SDM Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Provinsi Jawa Barat, Adji Sumarwan, mengungkapkan apresiasinya atas inisiatif sektor swasta dalam mendukung program pemerintah. Ia mencatat bahwa realisasi pembangunan SPPG di Kabupaten Garut telah melampaui target.

“Target pembangunan SPPG di Jawa Barat itu 4.600 sekarang telah terlampaui kurang lebih sudah hampir 4.700-an, dan di Kabupaten Garut sendiri targetnya 396-an lah, ini sudah ke-411, jadi sudah realisasinya sudah hampir 111%, tapi kan masih banyak anak-anak didik kita mulai dari tingkat SD, SMP, SMA, madrasah, ibu hamil, ibu menyusui, balita, masih belum terlayani semua,” ungkapnya.

Adji juga memberikan catatan penting terkait operasional, terutama mengenai aspek higienitas dan keamanan pangan. Ia menekankan bahwa kualitas makanan harus dijaga ketat, termasuk aturan waktu konsumsi yang tidak boleh lebih dari 4 jam setelah matang untuk menghindari kontaminasi mikroorganisme.

“Tapi meskipun demikian yang perlu tentunya diperhatikan ketika sudah operasionalnya harus terus dijaga kontinuitasnya tidak menurun baik mutu maupun jumlahnya nanti,” tambahnya.

Ketua Yayasan Rafifa Putra Gunawan, Ega Gunawan, menjelaskan bahwa yayasannya telah melalui proses verifikasi ketat dari Badan Gizi Nasional (BGN). Ia memaparkan, dapur operasional tersebut kini telah memiliki ID resmi dan siap beroperasi penuh dalam waktu dekat yaitu pada awal bulan Ramadan dengan bentuk makanan kering sesuai dengan arahan dari BGN.

“Kita mengakomodir di 2000 siswa untuk 750 itu di B3 di beberapa desa. Jadi penerima manfaat seluruhnya 2.750,” ucapnya.

Selain fokus pada gizi, proyek ini juga berdampak pada pemberdayaan ekonomi lokal. SPPG ini menyerap 47 tenaga kerja, di mana 15 orang di antaranya merupakan warga lokal Kampung Nagrog.

“Harapan kami salah satu yayasan kepada pemerintah khususnya Provinsi Jawa Barat tetap mendukung program ini karena program ini berkesinambungan untuk masa depan anak-anak bangsa,” jelas Ega.*** Diskominfo ***

By DEDE KW

KALIBERNEWS.NET. merupakan Media SKU & Online yang berdiri pada tahun 2020 lalu di Kabupaten Badung, yang mempunyai moto, "" Berbicara fakta tanpa rekayasa "" merupakan Media lokal jawa barat yang sudah memiliki beberapa kepala perwakilan dan beberapa kepala biro di Indonesia,,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *