GARUT,-Kalibernews.net.-//– Wajah pendidikan dasar di Kabupaten Garut tengah menjadi sorotan tajam. Di tengah Ambisi besar visi “Garut Hebat” yang diusung Bupati Abdusy Syakur Amin dan Wakil Bupati Putri Karlina, sederet persoalan krusial justru menyeruak ke permukaan, mulai dari krisis kepemimpinan sekolah hingga dugaan manipulasi data bantuan pendidikan PIP.

Gunung Es Persoalan: Dari Plt hingga Mark-up SiswaKondisi di lapangan menunjukkan potret yang ironis.

Hingga Februari 2026, ratusan Sekolah Dasar (SD) di Garut masih dipimpin oleh Pelaksana Tugas (Plt), bahkan rstusan sekolah tersebut di jabat lebih dari dua tahun tanpa adanya pengisian kepala sekolah definitif kondisi yang sangat ironis.

Ketidakpastian manajerial ini diperparah dengan kondisi fisik bangunan sekolah yang banyak dikategorikan tidak layak pakai.

Pemerhati Kebijakan Publik sekaligus Pembina DPD IWO Indonesia Kabupaten Garut, Solihin Afsor, menyoroti adanya anomali data yang sangat mencolok.

“Kami menemukan dugaan manipulasi data Program Indonesia Pintar (PIP) tahun 2025, di mana jumlah penerima bantuan di beberapa sekolah justru lebih banyak dibandingkan jumlah siswa yang tercantum dalam Dapodik.

Ini jelas indikasi mark-up yang harus diusut tuntas,” tegas Solihin, selain itu, persoalan lain yang tak kalah pelik meliputi:Program Makan Bergizi Gratis (MBG): Masih banyak siswa SD di pelosok Garut yang belum tersentuh program unggulan ini.

Maladministrasi Dapodik: Adanya data operator yang tidak sesuai penempatan, data guru Non-PNS/P3K yang tercecer, hingga praktik “titip” data Dapodik antar sekolah.

Krisiss Siswa: Ditemukan beberapa SD Negeri yang minim peminat, bahkan ada yang hanya memiliki belasan siswa secara keseluruhan.Lemahnya Pengawasan: Kurangnya kontrol terhadap penggunaan dana BOSP dan pemeliharaan rutin sarana pendidikan.

Drama Lima ( 5 ) Jam Menunggu Kabid SDUpaya konfirmasi yang dilakukan media bersama Solihin Afsor pada Senin (23/02/2026) di kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Garut berlangsung alot.

Kepala Bidang SD yang baru dilantik awal Januari 2026, Ai Sadidah, tampak sulit ditemui.Meski telah lima kali melakukan kunjungan silaturahmi sebelumnya, media selalu gagal bertemu.

Puncaknya, Solihin Afsor dan wartawan jabarbicara.com harus menunggu selama lima jam di ruang tunggu sebelum akhirnya Solihin memutuskan meninggalkan lokasi karena kecewa dengan akses komunikasi yang tertutup.”Kami butuh langkah strategis dan nyata, bukan sekadar janji.

Jika konfirmasi saja sesulit ini, bagaimana masyarakat bisa percaya pada transparansi perbaikan pendidikan di Garut?” ujar Solihin sebelum berencana mengajukan audiensi resmi ke pihak terkait.

Klarifikasi Kabid SD: “Kami Tidak Alergi Media”Setelah penantian panjang dan difasilitasi oleh staf internal, Kabid SD Ai Sadidah akhirnya bersedia menerima wartawan jabarbicara.com, sekaligus Sekjen DPD IWO Indonesia Kabupaten Garut Ridwan Firdaus.

Dalam pertemuan singkat didampingi stafnya, Elis, Ai menepis anggapan bahwa dirinya menghindari media.”Saya tidak alergi terhadap wartawan. Media adalah mitra strategis kami untuk memberikan masukan.

Mohon maaf jika baru bisa menemui rekan media saat ini karena agenda rapat yang padat,” ungkap Ai Sadidah di ruang tunggu kantor dinas pendidikan.

Menanggapi rentetan persoalan yang dilaporkan, pihak Bidang SD menyatakan akan menampung masukan tersebut sebagai bahan evaluasi.

Namun, publik kini menunggu apakah kepemimpinan baru ini mampu melakukan aksi nyata atau hanya terjebak dalam pusaran birokrasi yang lamban.”Kami sudah sampaikan poin-poin krusial di lapangan.

Sekarang bola ada di tangan Dinas Pendidikan. Kita tunggu saja aksi nyata dari Ibu Kabid untuk mewujudkan Garut Hebat di sektor pendidikan,” pungkas Ridwan Firdaus. ( Team)

By DEDE KW

KALIBERNEWS.NET. merupakan Media SKU & Online yang berdiri pada tahun 2020 lalu di Kabupaten Badung, yang mempunyai moto, "" Berbicara fakta tanpa rekayasa "" merupakan Media lokal jawa barat yang sudah memiliki beberapa kepala perwakilan dan beberapa kepala biro di Indonesia,,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *