***Majalengka,-Kalibernews.net.-//- Secara regulasi sudah jelas bahwa tujuan utama dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menargetkan balita adalah untuk meningkatkan kesehatan, menekan angka stunting, dan memperkuat sumber daya manusia (SDM) Indonesia sejak dini.

Secara lebih rinci, tujuan MBG untuk balita meliputi: 1. Pemenuhan Gizi: Memberikan makanan bergizi secara gratis kepada balita untuk memastikan kebutuhan gizi mereka terpenuhi secara optimal.

2. Meningkatkan Kualitas Kesehatan dan Tumbuh Kembang: Dengan asupan gizi yang cukup, diharapkan balita dapat tumbuh kembang dengan sehat, baik secara fisik maupun kognitif.

3. Menurunkan Angka Stunting: Stunting atau kekerdilan menjadi salah satu fokus utama yang ingin ditangani oleh program ini, karena masalah gizi kronis pada masa balita dapat berdampak jangka panjang pada kualitas SDM.

4. Membangun Generasi Sehat, Cerdas, dan Produktif: Melalui pemberian gizi yang baik sejak usia dini, MBG bertujuan untuk menciptakan generasi penerus bangsa yang memiliki daya saing tinggi di masa depan.

5. Mendukung Pembangunan Nasional: Program ini merupakan inisiatif strategis yang relevan untuk mencapai Trisula Pembangunan Nasional 2029, yaitu pertumbuhan ekonomi, pengentasan kemiskinan, serta pengembangan SDM berkualitas.

Dengan menyediakan akses terhadap makanan bergizi seimbang, diharapkan generasi penerus bangsa dapat tumbuh optimal, baik secara fisik maupun kognitif.

Namun lain halnya dengan Program MBG di Desa Sindang Kecamatan Cikijing kini mendapatkan sorotan tajam dari Ketua PAC LSM Pekat IB Kecamatan Cikijing terkait realisasi program MBG untuk balita, ibu menyusui dan ibu hamil,

Hal ini berdasarkan hasil wawancara singkat redaksi kalibernews.net dengan Ketua PAC LSM Pekat IB melalui panggilan Suara WhatsApp Senin 23/2/2026 sekira Pukul19 : 00.Wib.

Kepada redaksi media Kalibernews.net.menyampaikan “” Apakah realisasi MBG buat balita itu bisa diberikan dikemudian hari,( Dianjuk ) atau harus setiap hari kepada penerima manfaat, padahal menurut orangtua anaknya sudah tercatat sebagai keluarga penerima manfaat yang sudah pernah menerima bantuan MBG tersebut, namun hari tadi tidak menerima jatah Bantuan tersebut, dengan alasan dari Kader Desa Sindang bantuannya di akumulatif hingga senin depan imbuhnya.

Lanjut ketua Pekat IB, menambahkan terkait kejadian tersebut sudah mencedrai tujuan dari program MBG itu sendiri, karena kalau bantuan tersebut dibagikan tidak setiap hari, berarti pemenuhan itu bukan pemenuhan giji, ini salah siapa dan siapa yang harus bertanggung jawab, apakah salah warga penerima bantuan atau salah dari pengelola SPPG.

Ada yang paling lucu, itu setelah ramainya isu tersebut tadi sekira pukul 22:07.Wib, menurut orangtua balita, ada yang datang kader posyandu mengantarkan bantuan MBG untuk anaknya dengan alasan lupa pungkasnya.*** Redaksi ***

By DEDE KW

KALIBERNEWS.NET. merupakan Media SKU & Online yang berdiri pada tahun 2020 lalu di Kabupaten Badung, yang mempunyai moto, "" Berbicara fakta tanpa rekayasa "" merupakan Media lokal jawa barat yang sudah memiliki beberapa kepala perwakilan dan beberapa kepala biro di Indonesia,,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *