Bandung Barat,-Kalibernews.net.-//– Sebanyak sepuluh jenazah korban bencana longsor di Pasirlangu yang tidak dapat diidentifikasi telah ditempatkan pada akhir pekan ini dalam pemakaman massal yang dilaksanakan dengan penuh penghormatan.
Prosesi berlangsung di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tanah Mati, Kampung Barunyatuh, Desa pasirlangu, Kabupaten Bandung Barat. Jumat 27/2/2026.
Pemakaman dilakukan setelah Tim Identifikasi Korban Bencana (Disaster Victim Identification/DVI) menyatakan bahwa tahap identifikasi telah selesai, namun tidak menemukan kesesuaian antara data ante-mortem dengan hasil pemeriksaan DNA.
Meskipun identitas para korban belum dapat dipastikan, seluruh rangkaian proses mulai dari pemulasaraan hingga pemakaman diselenggarakan sesuai aturan dan prinsip-prinsip kemanusiaan yang berlaku.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung Barat, Ade Zakir, menyampaikan bahwa pihaknya telah menerima serah terima sepuluh jenazah tersebut dari Rumah Sakit Bhayangkara Sartika Asih sebelum dipindahkan ke lokasi pemakaman.
“Kami telah menerima penyerahan 10 jenazah dari RS Bhayangkara Sartika Asih pada hari ini. Sesudah pelaksanaan Salat Jumat, proses pemakaman langsung kami laksanakan,” jelasnya.
Menurutnya, upaya identifikasi telah dilakukan secara komprehensif, baik melalui pendekatan pengenalan ciri fisik maupun pengambilan serta analisis sampel DNA. Namun, hingga batas waktu yang ditetapkan, tidak ditemukan kecocokan informasi apapun.
“Setelah melalui serangkaian proses identifikasi oleh tim DVI – mulai dari pemeriksaan fisik hingga tes DNA – belum terdapat kecocokan data sehingga diputuskan bahwa korban tersebut tidak dapat diidentifikasi,” ucapnya.
Dari total target pencarian sebanyak 80 korban selama masa tanggap darurat yang awalnya ditetapkan 14 hari dan diperpanjang selama tujuh hari tambahan, sebanyak 64 korban telah berhasil diidentifikasi dan diserahkan kepada keluarga masing-masing. Sedangkan sepuluh jenazah yang baru saja dimakamkan hingga kini belum dapat dipastikan identitasnya maupun status kewarganegaraannya.
Sebagai langkah antisipasi untuk kemungkinan identifikasi di masa mendatang, setiap lokasi pemakaman diberi penanda khusus berupa nomor post-mortem. Apabila kelak ditemukan kecocokan data atau hasil tes DNA yang baru, pemerintah siap untuk melakukan penggantian batu nisan maupun pemindahan jenazah sesuai dengan permintaan keluarga yang bersangkutan.
“Sebagian besar jenazah yang kami makamkan berupa bagian tubuh, meskipun terdapat juga yang dalam kondisi utuh. Semua hasil dari proses evakuasi dan pencarian telah diselesaikan baik dengan diserahkan kepada keluarga maupun dimakamkan, tidak ada lagi sisa korban yang belum ditempatkan,” tambahnya.
Meskipun demikian, berdasarkan data terakhir yang diperoleh, masih terdapat enam korban yang hingga saat ini belum berhasil ditemukan. Pencarian secara resmi telah dihentikan, namun pihak terkait akan terus melakukan pemantauan serta koordinasi guna mengantisipasi kemungkinan ditemukannya korban tersebut di kemudian hari.*** Imam & Wan ***