Pemerintah Provinsi Maluku , Masih Diskriminasi Dalam Pembangunan.
Piru,-Kalibernewsnet-//-polemik pemindahan Proyek Strategi Nasional (PSN) yang kita sebut Maluku Integrated Port (MIP) dari lokasinya wasarisa di Kabupaten Seram Bagian Barat ke pulau Ambon menjadi tanda tanya besar bagi masyarakat Maluku.
Arah pembangunan pemerintah provinsi Maluku lebih ke sentralisasi dan lebih berpusat di pulau Ambon dan tidak ada pemerataan dalam pembangunan di daerah pulau sekitarnya.
Anggota dewan perwakilan rakyat provinsi Maluku , daerah pemilihan seram bagian barat bersuara kata haji Amiruddin yang biasa di sapa dengan haji dalas”bagi mana kita bicara tentang mengentaskan kemiskinan dan pengangguran di Maluku kalau pembangunan kita masih fokus di pulau Ambon.
Dan kata haji Amiruddin lagi” kalau tidak ada pemerataan pembangunan dan distribusi pembangunan yang tidak merata maka pendapatan masyarakat kita juga tidak merata karena kita fokus ke pulau Ambon.
Pembangunan Maluku Integrated port ( MIP) di wasarisa sudah tepat kata beliau pak haji Amiruddin karena kawasan wilayah wasarisa luas untuk menumpuk peti kemas di sekitar pelabuhan
Dan pembangunannya Maluku Integrated Port di seram bagian barat sudah tepat dan strategis karena letaknya wilayah geografis seram bagian barat ,di pulau seram ada tiga kabupaten seram bagian timur,seram bagian barat dan Maluku tengah, posisi kabupaten seram bagian barat berdekatan dengan pulau Ambon
Di barat laut pulau seram bagian barat berdekatan dengan kabupaten buru oleh sebab itu pembangunan proyek strategis nasional (PSN) Maluku Integrated Port lebih di tempat di seram bagian barat penjelasan haji Amiruddin.*tutup 28-02 -2026-pewarta (kaperwil maluku)