Garut,-Kalibernews.net-//-Miris melihat kondisi pemerintahan Desa Tanjungmulya, Kecamatan Pakenjeng, paska Audit tertentu oleh inspektorat Kabupaten Garut, Edisi Awal tahun 2026, kejadian tersebut berimbas terhadap pelayanan publik berupa pasilitas pelayanan administrasi.
Karena saat ini Pemerintah Desa Tanjungmulya, memiliki keterbatasan fasilitas seperti kertas, komputer, dan laptop menjadi hambatan besar bagi pelayanan masyarakat di Desa Tanjungmulya, kondisi ini tentu membuat proses administrasi, pendataan, dan penyampaian layanan kepada warga menjadi tidak optimal.
Menurut Ketua DPK OKP BKRI Kabupaten Garut, Pendi JP, kepada redaksi kalibernews.net. melalui panggilan suara WhatsApp Sabtu 28/3/2026 menyampaikan bahwa menyikapi permasalahan tersebut, Pemkab Garut harus segera mengambil langkah kongkrit, kasihan masyarakat yang membutuhkan pelayanan jadi terhambat.
Lanjut Pendi menambahkan ada beberapa langkah/opsi yang bisa dilakukan oleh pemerintah Daerah, untuk mengatasi masalah tersebut seperti, mendorong bantuan dari pemerintah daerah: “Mengajukan proposal ke Kecamatan Pakenjeng, atau Kabupaten Garut, untuk mendapatkan bantuan peralatan dan bahan keperluan pelayanan masyarakat”.
Menjalin kerja sama dengan pihak swasta atau organisasi masyarakat, Mencari dukungan dari perusahaan lokal atau lembaga amal yang dapat menyumbangkan peralatan atau dana untuk membeli fasilitas yang dibutuhkan, memanfaatkan sumber daya yang ada secara kreatif. Misalnya, berkoordinasi dengan sekolah atau kantor lain di sekitar yang memiliki fasilitas yang bisa digunakan secara bergantian atau mengoptimalkan penggunaan perangkat yang masih bisa berfungsi dengan melakukan perawatan rutin.
Menyikapi hal tersebut ketua DPK OKP BKRI Kabupaten Garut, berharap keseriusan pihak pemerintah Daerah, Kabupaten Garut agar quick respon, melihat kondisi tersebut karena kejadian tersebut dapat menghambat kebutuhan pelayanan publik terhadap warga masyarakat. **( Pendi )**