KBB, Kalibernews.net,// – Pemerintah Desa Kertamulya, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), mulai menyalurkan bantuan sosial (bansos) berupa beras 20 kilogram dan minyak goreng 4 liter kepada warga. Program ini merupakan bagian dari bantuan pemerintah melalui Kementerian Sosial. Kamis, (9/4/2026).
Kepala Desa Kertamulya, Farhan Fauzi, menyampaikan bahwa penyaluran bansos dilaksanakan selama dua hari untuk memastikan distribusi berjalan maksimal.
“Kegiatan hari ini dan besok. Namun besok kami khususkan bagi warga yang memiliki kendala administratif, seperti KTP hilang atau data penerima yang sudah tidak sesuai,” ujarnya.
Pada hari pertama penyaluran, sebanyak 1.536 warga tercatat menerima bantuan. Farhan menyebutkan jumlah tersebut mengalami peningkatan dibandingkan sebelumnya, dengan antusiasme masyarakat yang sangat tinggi.
“Alhamdulillah ada peningkatan. Hari ini kita mendistribusikan sebanyak 1.536 penerima dan antusias masyarakat sangat besar,” katanya.
Meski demikian, ia mengakui tingginya antusiasme masyarakat juga diiringi dengan berbagai keluhan, terutama dari warga yang belum terdata sebagai penerima bantuan.
“Ini menjadi ujian bagi pemerintah, baik tingkat desa maupun RW. Keluhan pasti ada, terutama dari warga yang merasa berhak tetapi belum menerima bantuan,” ungkap Farhan.
Untuk menjawab persoalan tersebut, Farhan menegaskan pihaknya akan meluncurkan program jemput bola mulai pekan depan. Seluruh perangkat desa akan diterjunkan langsung ke wilayah RW untuk menyerap aspirasi sekaligus memperbaiki data penerima bansos.
“Insya Allah mulai minggu depan, kami akan menurunkan seluruh perangkat desa untuk ‘ngantor’ di masing-masing RW. Tujuannya agar bisa menerima langsung keluhan warga dan memperbaiki data bantuan sosial,” jelasnya.
Ia berharap melalui langkah tersebut, penyaluran bantuan pada tahap berikutnya bisa lebih tepat sasaran dan jumlah penerima dapat meningkat.
“Harapannya, dari 1.500-an penerima saat ini bisa bertambah di tahap selanjutnya setelah data kita benahi,” tambahnya.
Terkait jumlah akhir bantuan yang tersalurkan, Farhan menyebutkan pihak desa masih menunggu hasil distribusi hingga hari kedua.
“Untuk data pasti yang tersalurkan, kemungkinan baru bisa kami sampaikan besok setelah seluruh proses distribusi selesai,” ujarnya.
Diketahui, jumlah penduduk Desa Padalarang mencapai sekitar 26.000 jiwa. Dengan jumlah penerima saat ini, persentasenya masih di bawah 10 persen dari total warga.
“Kalau dipersentasekan, belum mencapai 10 persen. Masih sangat kecil dibandingkan jumlah penduduk,” tuturnya.
Selain bantuan beras dan minyak, pemerintah juga memiliki berbagai program sosial lainnya seperti Kartu Indonesia Sehat (KIS), Program Indonesia Pintar (PIP), Kelompok Usaha Bersama (KUBE), hingga program perumahan yang turut menjadi perhatian pemerintah desa.
“Bantuan sosial itu banyak jenisnya, tidak hanya beras dan minyak. Ada KIS, PIP, KUBE, dan program lainnya. Semua ini akan kami benahi datanya agar lebih tepat sasaran,” pungkas Farhan.
(Red).