Selasa 7 September 2021
Kalibernews.net,-Labuha.6-9-2021 Kepala Desa Manatahan kecamatan Obi Barat Mardan La unja atau sering di panggil La aya, di duga memotong upa kerja kelompok warga desa manatahan pada proyek fisik jalan setapak dan got tahun anggaran 2019.
Salah satu warga desa manatahan enggang menyebut namanya saat di temui awak medya mengatakan memang betul, proyek jalan setapak panjang 99 meter dan got panjang 200 meter lebih pada tahun anggaran 2019 di kerjakan oleh warga desa manatahan ucap nya.
Saat itu kelompok di bentuk berdasarkan rapat bersama atau hasil musyawara di kantor desa yang mana kelompok dibagi menjadi sepuluh kelompok dan masing” kelompok berjumlah dua puluh orang perkelompok pungkasnya.
Lanjut, upah kerja juga di tentukan lewat hasil musyawara Rp. 7.000.000 ( tujuh juta rupiah ) dibayar per kelompok ungkap nya.
berdasarkan hasil kesapakatan bersama tersebut masyarakat setuju kemudian proses pekerjaan berjalan. dari sepuluh kelompok, yang menyelesaikan pekerjaan nya yaitu kelompok satu yang dipimpin oleh La. Suma kemudian ketua kelompok satu dan anggota bertemu kepala desa bermaksut untuk memintah upah keraja, tetapi yang terjadi kepala desa Manatahan MARDAN LA UNJA justru memotong upah kerja sebesar
Rp 3000.000 dari Rp.7000.000 yang sudah di sepakati bersama ucapnya.
Uang tiga juta yang di potong tersebut katanya untuk uang jaga jaga lalu melalui ketua kelompok satu mempertanyakan kepada kepala desa bahwa uang jaga jaga itu untuk apa tetapi kepala desa mardan la unja diam dan tidak satu kata pun.
pemotongan uang 3000 000 juta kelompok satu terdengar oleh kelompok yang lain, kemudian semua kelompok beramai ramai melakukan mogok kerja dan menuju kantor desa mempertanyakan uang jaga jaga kepada kepala desa namun hasil nya sama kepala memilih diam, yang banyak melakukan kosentrasi masah untuk menanyakan uang jaga jaga tersebut adalah emak emak.
salah satu warga yang enggang menyebut nama membenarkan bahwa pemotongan upah kerja kelompok itu benar, dari 7000.000 juta di pangkas 3000.000 untuk uang jaga jaga sehingga menuai protes dari warga khususnya dari sepuluh kelompok tadi pungkasnya.
Bukan pekerjaan setapak dan got saja yang bermasalah tetapi progres jembatan juga dipertanyakan, hasil musyawara dengan warga sebelum proses pencairan anggaran bahwa pencairan nanti di fokus untuk rehap dua jembatan dan satu jembatan baru ternyata setelah proses pencairan di alihkan ke pembelian spit boat tampah musyawara desa, itu menimbulkan kecurigaan warga masyarakat desa manatahan kepada kepala desa Marda La unja atau sering dipanggil la aya.
Adapun pekerjaan jalan setapak dan got serta jembatan matrial pasir dan batu itu partisipasi masyarakat padahal menurut masyarakat pasir dan batu itu ada anggaran nya.
Dengan adanya permasalahan tersebut maka masyarakat Desa manatahan meminta agar inspektorad segra meng Audit Dana desa (DD) Desa manatahan.
Kepala Desa manatahan Mardan La unja saat di konfermasi melalui via tlfn juga whats app namun tidak di gubris hingga berita ini di publis.”tutupnya “”
Pewarta ((( SK )))
Editor ((( Kang kw )))