Kamis 18 Februari 2021
Nias Selatan, Kalibernews.net
Camat Mazo, Fotuho Laia, SE melaksanakan Musrenbang RKPD Tahun 2022.

Kegiatan Musrenbang RKPD itu dilaksanakan diaula Kantor Camat Mazo, Kamis (18/2/2021).
Dalam kesempatan itu, turut hadir Kapolsek Gomo, J. Sianipar, mewakili Danramil Gomo, Babinsa Sertu A. Sarumaha, Sekcam Mazo, para Kasi, dan Kepala Desa se Kecamatan Mazo.
Dalam arahannya, Bupati Nias Selatan (Nisel) yang disampaikan Camat Mazo, Fotuho Laia, SE mengatakan bahwa tujuan pelaksanaan Musrenbang itu sebagai penajaman, penyelarasan, klarifikasi dan kesepakatan usulan rencana kegiatan pembangunan Desa atau kelurahan yang di integrasikan dengan skala prioritas pembangunan daerah, ucapnya.
Lebih lanjut, Camat Mazo menyampaikan, Musrenbang hari ini salah satu tahapan proses rencana kerja pemerintah daerah (RKPD) yang diatur dalam UU No. 25 Tahun 2004 tentang Sistim Perencanaan Pembangunan Nasional, ucapnya.
Tahun 2021 merupakan tahun terakhir pelaksanaan RPJMD Kabupaten Nias Selatan (Nisel) periode 2016 – 2021, artinya kita akan memasuki era baru RPJMD Kab. Nisel periode 2021 – 2026, tukasnya.
Sehubungan dengan hal itu, rencana kerja pemerintah daerah (RKPD) Tahun 2022 mengacu pada RPJMD yang baru, namun mempertimbangkan RPJMD Nisel periode 2021 – 2026 belum disusun, maka rancangan awal RKPD Tahun 2022 dirumuskan berdasarkan isu – isu strategis daerah yang diseleraskan melalui visi misi dan program kepala daerah terpilih, tandas Laia.
Penyusunan RKPD Tahun 2022 berpedoman pada RPJMD Kabupaten, RPJTD Kabupaten Nisel, RPJMD Provinsi Sumut, dan RPJMN serta Kemendagri No. 0503708 tentang hasil verifikasi dan validasi pemutakhiran, klarifikasi, kodesifikasi dan nomenklatur perencanaan pembangunan dan keuangan daerah, ucapnya.
Fotuho Laia mengungkapkan, sasaran pembangunan Kabupaten Nisel masih difokuskan pada upaya melanjutkan pembangunan di beberapa sektor yang menjadi potensi daerah Kabupaten Nisel, antara lain : Pariwisata, Perikanan dan Kelautan, Pertanian tanpa mengesampingkan pelayanan dasar masyarakat dibidang pendidikan serta infrastruktur, ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, ia berharap sumbangsih, pemikiran dari semua komponen pelaku pembangunan untuk memberikan saran, pendapat dan masukan terhadap usulan RKP Tahun 2022, sehingga penyelenggaraan pembangunan tahun 2022 dapat menjawab kebutuhan masyarakat dan target pembangunan yang telah ditetapkan.
Kepala Bappeda dalam paparannya yang disampaikan oleh Kabid Perencanaan Bappeda, Petrus Gaho menyampaikan
Kegiatan Musrenbang itu merupakan tahapan yang dilakukan dalam perencanaan pembangunan yang akan dilaksanakan tahun 2022, paparnya.
Kata dia, setelah dilakukan kegiatan Musrenbang ini, selanjutnya akan melaksanakan forum OPD, dan melalui forum inilah setiap usulan prioritas dari kecamatan dibahas secara bersama- mana yang mana usul prioritas di setiap Kecamatan yang diseleraskan nanti sesuai pembangunan daerah.
Terkait dengan penyusunan RKPD Tahun 2022, kata dia ada beberapa sumber yang akan menjadikan bahan perencanaan, pertama, hasil Musrenbang dari tingkat Desa, Kecamatan, dan ditingkatkan Kabupaten, sebutnya.
Sumber perencanaan kedua adalah pokok-pokok pikiran DPRD hasil paripurna yang akan diserahkan di Bappeda, kemudian Bappeda mendistribusikan kepada masing-masing OPD terkait untuk dibahas melalui forum OPD.
Petrus Gaho menyampaikan bahwa, kegiatan Musrenbang satu keharusan dan wajib dilaksanakan, karena ini merupakan tahapan kegiatan perencanaan pembangunan tahun berikutnya, ucapnya.
Ia menjelaskan, pedoman dalam menentukan skala prioritas pembangunan daerah tahun 2022 – 2026, ada beberapa aspek, yaitu mewujudkan perekonomian daerah yang kokoh dan tangguh, arah pembangunannya seperti pertanian, perikanan dan kelautan, perhubungan dan peternakan, jelasnya.
Aspek kedua, mewujudkan peningkatan sarana dan prasarana daerah, seperti pembangunan infrastruktur yang lebih baik sampai di pedesaan dan sentra – sentra ekonomi, peningkatan sarana, prasarana dan perhubungan laut, udara dan darat.
Aspek ketiga, peningkatan prasarana dan sarana pendidikan, kesehatan, gedung pemerintahan yang berkualitas
“Inilah arah pembangunan kabupaten Nisel di tahun 2022” tukasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa berdasarkan hasil konfirmasi publik tanggal 27 Januari 2021, Pihaknya telah merumuskan 18 isu strategis di Nisel, salah – satunya adalah Dampak Pandemi Covid-19 dengan menyediakan vaksin, pembangunan infrastruktur, baik dibidang pendidikan, infrastruktur jalan, dan bidang kesehatan, ucapnya.
Pewarta (Peramah Dao/Rg)
Editor (( Kang KW))