TAPANULI UTARA_Kalibernews.net.-[]Proyek pembangunan jalan rabat beton di Desa Banuaji2 menuju desa pancur batu Kecamatan Adiancoting Kabupaten Tapanuli Utara propinsi Sumatera Utara, Diduga dikerjakan asal dan ada diduga memakai materai batu kotor dan ditakutkan jalan di desa tersebut tidak akan bertahan lama
Proyek jalan rabat beton tersebut di kerjakan oleh Badan Kerjasama Antar Desa ( BKAD ) Kecamatan Adiancoting, Kabupaten Tapanuli Utara. Lokasi pekerjaan di Desa Banuaji2 dan Desa pancur batu. Yang menelan anggaran dengan perincian biaya operasional sebesar:Rp.24.640.000 dan biaya fisik;Rp.475.360.000, yang bersumber dari APBN, Program Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW ) tahun 2022
Dari pantauan dilapangan proyek rabat beton kurang pengawasan dari pihak propinsi maupun pengawasan dari desa,karena saat awak media turun kelapangan menemukan matrial batu kerikil kotor didalam goni yg ditumpukkan disisi bangunan dan rabat beton yg Sdh selesai warnanya kuning tidak warna semen seperti lazimnya,agar berita berimbang awak media mencoba bertanya kepada masyarakat yg bekerja dilokasi
Menurut salah seorang warga,kami hanya bekerja coba ditanya ” Dayan Hutapea dia sebagai Ketua kelompok masyarakat (KKM),tim awak media mencoba menghub KKM yg dimaksud namun telepon dan WhatsApp tidak aktif dan mencoba mengirim pesan seputar meminta tanggapan,namun tidak ada balasan,ketika awak media bertanya kepada masyarakat yg inisial tidak ingin dipublikasikan mengatakan;
“bisa dilihat sendiri kondisi jalanya sekarang sudah banyak yang aus terkelupas semennya dari ujung ke ujung sepanjang jalan yang di rabat beton tersebut. Pelaksanaan pembangunan memang dilaksanakan secara asal-asalan. Menurutnya saya ini rakyat biasa, jadi hanya bisa pasrah, padahal uang yang digunakan untuk membangun adalah uang hasil pajak yang dikumpulkan dari keringat rakyat,” ujar warga setempat,yang tidak mau disebut namanya kepada awak media online ini ( /11).
Nampak permukaan jalan rabat beton di Desa Banuaji2 dan desa pancur batu yang dibangun dengan Dana APBN, Program Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah ( PISEW ) 2022 baru beberapa bulan memang sudah banyak yang aus terkelupas semenya dari ujung Utara sampai ujung Selatan
“”Saya yakin rakyat juga tidak akan rela kalau, uang pajak yang mereka bayarkan kepada pemerintah digunakan untuk membangun asal-asalan seperti ini. Dana APBN kan uang dari rakyat, bukan uang pribadi BKAD”” tegasnya.
Tidak sampai disitu awak media mencoba menghub Kepala Desa Banuaji2 Boru Simanjuntak dan juga istri Dayan Hutapea Sbg KKM(ketua kelompok masyarakat) dan sebagai penerima manfaat, ponsel Kepala desa berdering namun tidak diangkat
Camat Adiancoting selaku Pemangku wilayah Kecamatan Adiancoting, Kabupaten Tapanuli Utara ketika akan dikonfirmasi terkait pekerjaan Program PISEW Tahun 2022, di Desa Banuaji2 dan pancur batu, Tidak ada ditempat, salah satu stafnya mengatakan pak Camat baru saja keluar ke Tarutung rapat Ketika dihubungi lewat ponselnya pun tidak mau mengangkat,apakah camat tidak mengetahui program atau kegiatan yang ada diwilayahnya???
Perlu diketahui, setiap perencanaan infrastruktur yang dibiayai dari APBN atau APBD harus dibuat perencanaan yang bagus dan matang, agar infrastruktur/bangunan yang dibangun dari uang keringat rakyat dapat digunakan oleh rakyat dalam waktu yang lama minimal 5 tahun bahkan lebih. Jadi jika ada bangunan yang dibiayai dari APBN hanya hitungan bulan sudah rusak, itu layak dipertanyakan.
Pewarta (( Muhammad Muhajir ))
Editor (( Kang KW ))