
Garut-Kalibernews,-//- Bulan Sadar Pajak sudah berlalu dilaksanakan saat waktu itu dimulai pada tanggal 19 Juni 2024 lalu diwilayah Kabupaten Garut saat itu louching bulan sadar pajak dan Trantibum, PJ Bupati dihadiri oleh Kapolres, Dandim, Kejari, Dandenpom, juga tidak ketinggalan Kasatpol PP, Bapenda PROV Jabar Kabupaten Garut.
Kegiatan Launching tersebut dibuka dan diresmikan langsung oleh PJ Bupati Kabupaten Garut Barnas Ajidin tujuan dari bulan sadar pajak yaitu untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah ( PAD ) karena pembangunan bisa dilaksanakan jika PAD Daerah dapat diserap dari berbagai sektor yang ada di Kabupaten Garut, namun terkesan kegiatan Seremonial belaka.
Mungkin bulan sadar pajak itu hanya berpengaruh terhadap warga masyarakat, karena warga yang tidak memenuhi pembayaran pajak khususnya bagi pemilik kendaraan baik roda dua maupun roda empat, itu takut akan terkena Rajia oleh kepolisian resor Garut, jadi warga masyarakat berusaha mencari anggaran untuk membayar pajak.

Dok Poto Kendaraan Operasional Dispusip yang Mati STNK dan Habis Plat Nomor Kendaraannya
Akan tetapi hal ini tidak berlaku bagi Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Garut, miris melihatnya tampak Dua ( 2 ) Unit Kendaraan operasional Dinas PUSIP Kabupaten Garut dengan Plat Nomor polisi B 9702 PQV. 11-21 dan Plat Nopol B9917 PQV. 01-23. ( Plat merah ) ini sudah habis masa berlaku STNK dan Plat Nomor kendaraannya.
Kejadian ini menunjukkan bahwa bapak masyarakatnya sekelas Dinas yang notabene merupakan contoh suri tauladan, memberikan contoh/edukasi yang sangat jelek bagi warga, padahal Dinas PUSIP Kabupaten Garut mengelola Anggaran setiap tahunnya, bagaimana warga mau taat dan patuh pajak tuch bapak masyarakatnya saja tidak taat.
Melihat fakta kenyataan tersebut, Ketua DPD IWO Indonesia Kabupaten Garut sekaligus redaksi Kalibernews beserta wartawati Peraknews.com, sudah 3 kali menyambangi kantor Dinas Perpustakaan dan Arsip untuk meminta klarifikasi jawaban terkait kejadian tersebut.
Namun sayang kepala Bidang Sapras dan kasubag umum terlebih Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Garut, tidak bisa ditemui mereka mengindahkan, dan terkesan tidak menghargai kehadiran kami, diduga kuat pejabat Dispusip Kabupaten Garut Alergi terhadap jurnalis/wartawan, dengan memberikan alasan melalui security sedang diluar lagi memperbaiki motor di bengkel.
Kami sudah menyampaikan pesan melalui Security bahkan sudah menitipkan Nomor Handphone Atas nama Dede KW ketua DPD IWO indonesia kab garut Kabupaten Garut agar disampaikan kepada Kabid Sarpras untuk menghubungi kami, bahkan kami secara profesional sudah mengisi buku tamu, untuk bukti kunjungan kami ke Dispusip Kabupaten Garut, namun hingga release berita kedua ini di publikasikan pejabat Dispusip belum ada yang memberikan jawaban/klarifikasi.
Berharap kepada Sekretaris Daerah Kabupaten Garut Nurdin Yana sebagai komandan dari Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip, untuk segera mengevaluasi dan memberikan warning kepada kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip yang dengan sengaja telah lalai dalam menjalankan tugasnya, hal kecil saja seperti membayar pajak kendaraan operasional sudah tidak patuh.**” redaksi **