SBB,Maluku//KALIBERNEWS.NET.-Talud wae olas besar Kecamatan Huamual anggaran dua miliar lebih yang di bangun oleh Kontraktor Pelaksana CV. Seram Utara Agung selesai empat bulan berlalu dua kali di hantam banjir ambruk rabu, 21.05.Wit.
Sesuai gambar panjang 320 meter tinggi pondasi 60 centi meter, lebar pondasi 80 centi meter realita pekerjaan 341 meter panjang.Setelah ambruknya talud tersebut DPRD SBB Komisi 2, turun ke lokasi pekerjaan dan pada tanggal 2 juni langsung melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan mengundang kepala dinas PUPR dan kontraktor pelaksana CV. Seram Utara Agung yang di wakili pengawas, hasil RDP mereka bersedia untuk membangun kembali talud tersebut karena masi masa perbaikan.
Berdasarkan pantauan media ini talud wae olas besar yang ambruk bulan lalu telah di bangun kembali oleh pihak Kontraktor Pelaksana CV. Seram Utara Agung, sejak berapa minggu lalu, yang bekerja berjumlah sepuluh orang di bantu satu alat berat (excavator) dan beberapa truk pengankut batu, pasir, dan semen.
Menurut tenaga kerja yang membangun talud ambruk kepada media ini saat di konfirmasi berapa hari lalu, mereka sedikit kendala hubungannya dengan kondisi alam yang tidak bersahabat tetapi tidak mengurangi semangat kami di pastikan pekerjaan cepat selesai karena kami terus bekerja, kedalaman pondasi awalnya 60 centi meter di tambahkan menjadi 100 centi meter, kata sumber.
Meski demikian OKP dan LSM tetap mendesak dan mengancam BPK RI Perwakilan Provinsi Maluku, untuk tetap terbuka soal hasil audit talud wae olas besar jika tidak, kasus talud akan dilaporkan sampai ke BPK RI Pusat bahkan sampai ke KPK RI, OKP dan LSM juga rencana akan membuat laporan resmi ke Polda dan Kejati Maluku.
Menanggapi hal itu Ketua GPII SBB Darto Al Bana, berharap, soal talud ambruk tidak perlu dipersoalkan sebab pihak Kontraktor Pelaksana CV. Seram Utara Agung bersedia untuk membangun kembali semua talud ambruk dan memperbaiki kerusakan.
Hanya saja ini menjadi pembelajaran agar kedepan uang negara dapat di manfaatkan dengan baik bahwa setiap pekerjaan lebih mengutamakan kualitas sebab kalau talud penahan air ombruk tentu orang yang memiliki rumah di pinggir jadi korban.tutup.14.07.WIT. . Pewarta( Kaperwil Maluku OLM).