Soreang,-Kalibernewsnet-//-Miris puluhan para petani kentang anlantik Desa Cihawuk Kecamatan Kertasari yang tergabung dalam kelompok tani dan berkolaborasi/MOU dengan perusahaan PT Indofood terancam rugi besar, gara gara hasil panen hingga saat ini belum diterima/ditarik dan dibayar oleh Perusahaan.

Hal ini berdasarkan hasil wawancara singkat Tim awak media dengan beberapa perwakilan warga masyarakat petani Desa Cihawuk Kecamatan Kertasari, yang enggan disebutkan identitasnya satu persatu Selasa 16/9/2025 dirumah Kediamannya alamat Desa Cihawuk Kecamatan Kertasari.

Dalam Penyampaiannya ” Narasumber kepada awak media menyampaikan Bahwa masyarakat petani kentang anlantik Desa Cihawuk Kecamatan Kertasari, saat ini sedang Was Was dan merasa kecewa kepada Ketua Kelompok dan perusahaan PT Indofood yang telah mengakomodir para petani kentang agar mereka menanam kentang anlantik, yang hasil panennya langsung diterima oleh perusahaan dengan harga Plat Rp.10.000 perkilonya, dan mereka punya utang yang harus dipenuhi ke perusahaan bekas pengambilan bibit kentang yang harganya Rp.20.000/ Kilonya

Akan tetapi hasil dari produksi/Panen dari para petani kentang anlantik Desa Cihawuk yang mencapai puluhan ton masih tersimpan di gudang milik masing-masing, saat kami pertanyakan kepada ketua kelompok H. Agus untuk saat ini perusahaan PT Indofood tidak menerima kentang dari para petani, Cihawuk karena ada kenaikan pajak, juga ada kerusakan mesin akibat dari batu yang dimasukkan kedalam Kanit sehingga batu tersebut mengakibatkan kerusakan mesin, itu kata Pak H Agus.

Kami para petani Desa Cihawuk yang telah ikut dan MOU dengan PT Indofood untuk dapat menanam kentang anlantik, yang diketuai oleh Pak H.Agus, yang berdomisili di Kampung Dandang Desa Sukapura Kecamatan Kertasari, kami merasa kecewa karena hasil panen kentang warga masyarakat/Anggota petani kentang Atlantik Desa Cihawuk hingga saat ini hasil panennya tidak diterima oleh perusahaan, tanpa alasan dan penjelasan, padahal kami memiliki tanggungan utang kepada perusahaan PT Indofood bekas pengambilan bibit yang disediakan oleh perusahaan.

Lanjut Narasumber, jika hasil dari produksi/panen kentang tidak diterima dan tidak di langsung diangkut oleh perusahaan dalam waktu dekat ini, maka kami para petani akan mengalami, kerugian, karena kentang tersebut akan cepat busuk, jadi kami berharap kepada ketua kelompok H Agus sebagai pendor tangan kanan PT Indofood, agar berkoordinasi dengan pihak perusahaan.

Jika tidak ada kunjung kejelasan dan penjelasan serta pertanggung jawaban dari ketua kelompok H Agus juga pihak perusahaan PT Indofood, maka kami akan melakukan aksi unjuk rasa ke pihak perusahaan, kepada pemerintah Kabupaten Bandung, karena pihak PT Indofood, melalui H Agus Ketua Kelompok, kami anggap telah mendzolimi para petani pungkasnya.

Dihari yang sama waktu berbeda Tim awak media juga langsung menyambangi rumah kediaman Ketua Kelompok H. Agus yang berdomisili di Kampung Dandang Desa Sukapura Kecamatan Kertasari, awak media langsung mewawancarai ketua kelompok tani, untuk mempertanyakan dan meminta penjelasan terkait adanya keluhan dari petani kentang anlantik Desa Cihawuk yang saat ini hasil panennya yang ditolak belum di tarik PT Indofood.

Dalam penjelasannya Ketua kelompok tani Kentang anlantik H.Agus dirumah Kediamannya menyampaikan, bahwa benar adanya dirinya sebagai ketua kelompok, tani Kentang anlantik yang telah melakukan MOU dengan PT Indofood, untuk mengakomodir para petani yang ada di Desa Cihawuk Kecamatan Kertasari.

Lanjut H.Agus Terkait adanya pernyataan yang disampaikan oleh warga masyarakat , tentang tidak diterima hasil panen dari para petani oleh PT Indofood itu tidak benar adanya, H Agus dalam bahasa Sunda menyampaikan ” mantakna masyarakat ulah bedegong kudu nurut Kana arahan, petunjuk ti perusahaan, Mun kudu di panen sok panen, mun tong dipanen nya ulah waka di panen jadi Mun Aya keterlambatan penarikan hasil panen nya resikona tanggung ku sorangan.

Saat disinggung terkait dengan Bukti MOU antara Ketua Kelompok dengan PT Indofood, H Agus tidak bisa menunjukkan karena semua berkas itu adanya di kantor Cabang/Gudang PT Indofood di Pangalengan, saya tidak menyimpan berkasnya, saat disinggung berapa jumlah anggota petani kentang anlantik, yang tergabung dalam kelompoknya, H Agus pun tidak bisa memberikan penjelasan secara spesifik, bahkan H Agus menegaskan silahkan bapak bapak ke kantor PT Indofood di Kecamatan Pangalengan pungkasnya.

Secara tidak langsung awak media pun menemukan tumpukan pupuk subsidi di gudang milik H.Agus, saat disinggung kepemilikan pupuk subsidi H Agus menyampaikan, saya hanya menggunakan pupuk subsidi cuman 8 karung, padahal nampak jelas pupuk subsidi itu sebanyak 10 Karung dengan berat 50 Kg/karung, petani sukses sekelas H. Agus masih menggunakan pupuk subsidi, hal ini harus mendapatkan perhatian dari pemerintah dan APH.*** Tim ***

By DEDE KW

KALIBERNEWS.NET. merupakan Media SKU & Online yang berdiri pada tahun 2020 lalu di Kabupaten Badung, yang mempunyai moto, "" Berbicara fakta tanpa rekayasa "" merupakan Media lokal jawa barat yang sudah memiliki beberapa kepala perwakilan dan beberapa kepala biro di Indonesia,,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *