Garut.-Kalibernews.net.-//-KSM GMBI Garut Selatan, baru – baru ini soroti Kondisi SMPN 2 Cikelet, yang terletak di Desa Cigadog, Kecamatan Cikelet kondisinya sangat memprihatinkan tampak beberapa RKB Bangunan sekolah sudah tidak layak huni, dengan beberapa ruang kelas tanpa atap dan langit-langit yang rusak parah berbahaya bagi keselamatan siswa.
Hal berdasarkan hasil wawancara Redaksi Kalibernews.net.dengan Ketua KSM GMBI Garut Selatan via panggilan suara WhatsApp Kamis 9/10/2025, Ketua KSM GMBI menyampaikan bahwa terdapat beberapa ruang kelas belajar kondisinya rusak parah sehingga tidak bisa di gunakan, kejadian ini diduga akibat kurangnya pengawasan dari Dinas, juga kurang disiplinya Kepala dan guru tampak halaman dan lingkungan sekolah dipenuhi rumput liar dan lapangan olahraganya pun terjadi kerusakan di beberapa titik.
Secara kasat mata terlihat jelas, Fasilitas sekolah juga tidak terawat, halaman dipenuhi rumput liar; lapangan upacara dan olahraga rusak parah; serta ruangan sekolah tidak nyaman, bangku dan kursi tempat belajar siswa nampak berserakan tidak teratur, ubin ruangan kelas keramiknya berdebu dihiasi sampah dan di kusen jendela pun dihiasi sampah; Kebun di belakang sekolah dipenuhi semak belukar yang dikhawatirkan ada binatang berbisa, seperti ular berbisa masuk ruangan kelas, atau serangga seperti tawon masuk ruangan yang akan berakibat mengganggu kegiatan belajar mengajar.
Lanjut Ketua KSM GMBI Selain itu di lokasi satuan pendidikan SMPN 2 Cikelet, terpantau ada bangunan yang sudah tidak ditempati, atapnya terlihat tidak ada genteng, berdasarkan informasi selentingan, katanya, genteng dari salasatu bangunan yang sudah tidak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar telah dibongkar, diJual ke pihak luar oleh oleh oknum di sekolah tersebut.
Atas realita tersebut, sepertinya ini menunjukkan kurangnya pengawasan dan pembinaan dari stakeholder terhadap kedisiplinan Kepala dan guru sekolah SMPN 2 Cikelet Hal ini akan berdampak signifikan pada kondisi fisik dan suasana belajar di sekolah. Kondisi tersebut mencerminkan ketidak disiplinan dan kurangnya perhatian terhadap lingkungan kegiatan belajar yang seharusnya mendukung kemajuan siswa.
Lebih memprihatinkan lagi, berdasarkan keterangan dari sejumlah siswa dengan polos menyampaikan, bahwa kepala sekolah dilaporkan jarang hadir, bahkan hanya sekitar satu atau dua kali dalam seminggu. Ini menimbulkan pertanyaan tentang efektivitas pengelolaan sekolah dan komitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan.Dalam kondisi seperti ini, tentunya sudah saatnya bagi dinas terkait untuk mengambil tindakan tegas.
Perbaikan infrastruktur sekolah dan peningkatan kedisiplinan itu sangat penting untuk menciptakan lingkungan sekolah yang nyaman dan aman bagi siswa, sehingga siswa dan siswi serta seluruh pengajar SMPN 2 Cikelet dapat menjadi tempat yang representatif untuk mencetak generasi emas Indonesia.
Masih menurut Ketua KSM GMBI Garut Selatan melakukan investigasi, pas hari libur, sehingga kami tak sempat bertemu dengan guru maupun kepala sekolah Kendatipun demikian, sehubungan dengan fakta dan kenyataan itu, Kami dari KSM GMBI Garut Selatan berharap kepada pemerintah daerah Kabupaten Garut, Pemda Prov Jabar serta pusat, secepatnya turun tangan melakukan langkah-langkah nyata, yaitu
1. Perbaikan bangunan sekolah yang rusak parah;
2. Peningkatan kedisiplinan dan pengawasan sekolah;
3. Penataan lingkungan sekolah yang lebih nyaman dan aman;
4. Evaluasi kinerja kepala sekolah dan guru;
5. Pengawasan dan pembinaan yang lebih intensif dari dinas terkait.
Semoga saja dengan langkah-langkah yang kami lakukan diharapkan SMPN 2 Cikelet Kecamatan Cikelet dapat menjadi sekolah yang lebih baik dari segi Insfratruktur dan dapat memberikan pendidikan yang berkualitas untuk mencetak generasi menuju Indonesia emas pungkasnya .*** Red “**