Garut-Kalibernews.net.- Ada apa dibalik turunnya Kepala Dinas BPBD dan jajaran perwakilan Disperkim, Anggota Dewan Partai PDIP Komisi II ( Dadan ), perwakilan Perusahaan PT Guriang, Camat Kecamatan Pakenjeng, Babinsa para perangkat Desa Sukamulya Kecamatan Pakenjeng Ke lokasi Relokasi rumah yang berlokasi Kp. Cipeundey Desa Sukamulya Selasa 14/10/2025.
Usut punya usut kehadiran mereka kelokasi dalam rangka memenuhi kewajiban sesuai berita acara pad permohonan Audiesi dari FMP3 pada pekan lalu di Komisi II DPDR Kabupaten Garut terkait adanya dugaan banyaknya ketidak sesuaian dalam pelaksanaan pembangunan program relokasi rumah beberapa warga Desa Sukamulya.
Kehadiran Kepala Dinas BPBD, dan jajaran, Anggota Dewan komisi II, Perwakilan Disperkim, Camat Kecamatan Pakenjeng, perangkat Desa Sukamulya, perwakilan perusahaan pemenang tender, Jajaran Forum, juga warga masyarakat penerima manfaat dari program relokasi rumah terdampak bencana, kegiatan tersebut selain evaluasi dan monitoring hasil pembangunan, dalam kegiatan tersebut ada forum musyawarah yang dilaksanakan di Masjid Jamie Kp Cipeundeuy.
Dalam kegiatan musyawarah tersebut, kepala Dinas BPBD, Aah menyampaikan ” bahwa pelaksanaan pembangunan itu sudah sesuai dengang juklak dan juknis ya, Sert mengacu pada RAB yang menjadi referensi bagi pengusaha dalam menjalankan pekerjaan, apabila ada kekurangan pihaknya akan meminta perusahaan agar melakukan perbaikan demi kepuasan keluarga penerima manfaat ungkapnya.
Hal yang sama juga disampaikan oleh Anggota DPRD Kabupaten Garut Komisi II Dadan menyampaikan hal yang sama bahwa perusahaan dan panitia pembangunan yang ada di Desa Sukamulya Kecamatan Pakenjeng jangan pernah bermain main dan harus bertanggung jawab penuh terhadap pekerjaan serta menjaga Qualitas pembangunan sesuai dengan Juklak juknis juga sesuai spesifikasi yang ada dalam RAB.
Lanjut Dadan apabila warga masyarakat penerima manfaat, ( KPM ) apabila ada KPM yang merasa tidak puas atau ada hal yang janggal atau tidak difahami agar langsung berkoordinasi dengan saya, terbuka 24 jam untuk warga masyarakat Desa Sukamulya Kecamatan Pakenjeng, kedepannya saya fokus pada pembangunan Infrastuktur jalan yang ada di Desa Sukamulya Pungkasnya.
Kegiatan terpantau awak media berjalan lancar, namun paska beresnya forum musyawarah di Masjid Jamie Jaharan Forum saat diwawancarai media kalibernews.net.dilokasi pembangunan relokasi perumahan terdampak bencana yang disampaikan H Janu di dampingi oleh Ketua FMP3 Mifrahusalam, menyampaikan ” bahwa pihaknya kecewa terhadap pihak Kepala Dinas dan jajaran, serta kepada Anggota DPRD Kabupaten Garut Komisi II Dadan karena mereka tidak mau terjun kelokasi yang dimaksud FMP3 sesuai surat permohonan Audiensi
Ada apa dibalik dari tidak maunya mereka kelokasi yang kami maksud, hasil musyawarah dan turunannya mereka hari ini kelokasi yang bukan ke lokasi kami mohonkan saat Audiensi menjadi catatan dan kami garis bawahi, Apakah mereka menyembunyikan sesuatu atau mereka merasa ketakutan karena mereka ada simbiosis dengan perusahaan dan panitia Desa Sukamulya, kehadiran mereka belum menjawab permohonan kami.
Lanjut H.Janu, permasalahan ini akan kami tindak lanjut ke tingkat Provinsi Jawa Barat, secara Kasat mata, menurut akang sebagai awak media, apakan progres pembangunan ini sesuai spesifikasi atau banyak pelanggaran yang dilanggar, coba lihat, dari hal terkecil seperti bak penampungan air, Bak penampungan air di MCK KPM masa baru seumur jagung sudah pada bocor, dan lihat hasil pembangunan TPT, jika di gali TPT tersebut tidak digali dan pasir yang di gunakan itu pasir lempung yang diambil dari lokasi galian yang ada di lokasi tidak jauh dari sini
Bahkan ada beberapa pembangunan rumah yang pembayarannya disini, tapi diterapkan di tanah milik pribadi itu ukurannya kurang dari ukuran yang seharusnya sesuai Spek 36 Meter persegi, bahkan dirumah KPM yang mandiri itu tidak di buatkan WC, yang jadi perhatian kami, kemana sisa Anggaran jika Volume bangunan dikurangi, ini tanggung jawab siapa ?
Untuk permasalahan ini akan kami tindak lanjuti ke Provinsi Jawa Barat, untuk meminta penjelasan dan kejelasan, bagaimana mereka menyikapi permasalahan ini, Pungkasnya, ** Red “**