SBB–Kalibernews.net-//-. Di duga sebelas oknum yang tak dikenal mengaku polisi melakukan penembakan dan penggerebekan kepada warga Dusun Wayasel di tengah laut wilayah Desa iha yang di jadikan target di duga membawa barang ilegal merkuri, Polisi baru mengetahui kejadian ini setelah adanya berita di tanggal 12 Desember.
Dari 11 oknum yang mengaku polisi satu di antaranya menggunakan satu pucuk senjata api laras panjang, kasus tersebut diungkapkan oleh korban dan suda di tangani oleh Polres seram bagian barat namun sampai berita ini di naikan pelaku belum terungkap.
Salah satu Praktisi Hukum Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) Maluku, Sutriyono, M, Muhammadi SH. Yang di konfirmasi media ini minggu, 21 Desember, mengatakan terkait kasus penembakan di laut Dusun Hulung Desa Iha Kecamatan Huamual oleh oknum yang tak di kenal telah mengakibatkan kegaduhan di ruang publik.
Oleh karena itu siapapun dia pelakuknya, tugas polisi harus mengunkap, baik oknum yang di duga adalah polisi ataupun dari masyarakat sendiri harus di proses sesuai hukum yang berlaku.
Pelaku tidak boleh di biarkan berkeliaran menakuti masyarakat apalagi perairan itu banyak nelayan yang beraktifitas memancing ikan, akibat kejadian itu warga mulai cemas sehingga di minta kepada Kapolda Maluku untuk cepat mengunkap kasus penembakan yang dilakukan oleh sebelas (11) oknum yang tak di kenal yang dirinya mengaku adalah polisi.
Sutriyono menyampaikan telah terkonfirmasi dengan kapolsek Huamual bahwa sampai saat ini pelaku belum di temukan tapi komitmen proses penyilidikan masi terus berlanjut sampai pelaku terungkap.
Praktisi hukum, sutriyono berharap kepada Kapolda Maluku bahwa pelaku dapat terungkap proses penyilidikan terus berlanjut hingga di ketahui motif dari penembakan itu apa?.tutup.21.12.2025. Pewarta(Kaperwil Maluku).