GARUT,-Kalibernews.net.-//-Pemerintah Desa (Pemdes) Sarimukti Kecamatan Pasirwangi Kab Garut bersama Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kabupaten Garut berhasil membuktikan komitmen nyata dalam menangani isu nasional darurat sampah.
Melalui pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) yang dikelola oleh Bank Sampah “Bakti Lembur”, Desa Sarimukti kini menjadi role model pengelolaan sampah berbasis masyarakat, yang Berlokasi di Kampung Nagrog RT 01/RW 03, diperolah keterangan fasilitas ini berdiri di atas lahan seluas kurang lebih 10 tumbak.
Kehadiran TPS3R ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan perwujudan visi jangka panjang yang telah lama digagas Pegiat Bank Sampah dan Kepala Desa setempat beserta masyarakat. Ibu Nurjanah (42), salah satu pengelola Bank sampah, menyatakan kebanggaannya atas antusiasme warga.
Ia mengungkapkan bahwa TPS3R ini telah berjalan selama kurang lebih dua tahun dan memberikan dampak ekonomi yang nyata.”Kami sangat bangga.
Selain lingkungan menjadi bersih, program ini telah menyerap 10 orang tenaga kerja dari warga lokal. Saat ini kami didukung oleh 2 unit motor roda tiga (cator) dan 10 unit roda dorong sebagai alat angkut,” ujarnya saat diwawancarai awak media.
Disinggung target, tangtangan dan harapan,nurjanah mengatakan “Target kami memaximalkan Operasional dan Kegiatan Bank sampah ini, Meski telah menunjukkan hasil positif dengan menjalin kerja sama pembuangan sampah dengan 5 Dapur MBG sebagai tempat pembuangan akhir residu, walo masih terdapat tantangan yang harus diselesaikan” Katanya.
Di akuinya, bahwa pembangunan infrastruktur pendukung belum sepenuhnya rampung, “Kami berharap pembangunan tungku pembakaran yang saat ini baru mencapai 60% dapat segera diselesaikan oleh Dinas LH dan pihak terkait. Jika tungku ini beroperasi maksimal, sistem pengelolaan sampah di Desa Sarimukti akan jauh lebih efektif,” Harapnya penuh optimistis
“Dengan semangat gotong royong” Tambahnya “antara pemerintah desa, dinas terkait, dan masyarakat, Desa Sarimukti optimis mampu mewujudkan lingkungan yang asri, sehat, dan mandiri secara ekonomi melalui pengelolaan sampah yang berkelanjutan”
Nurjanah menambahkanSenada dengan hal tersebut, Kepala Desa Sarimukti, Deni yang sebelumnya di temui di kantor desa, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada warga yang kian peduli terhadap lingkungan.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Dinas LH Kabupaten Garut yang telah memberikan dukungan serta meninjau langsung operasional Bank Sampah Bakti Di ketahui andasan Hukum dan Edukasi PengelolaanLangkah progresif Desa Sarimukti ini sejalan dengan regulasi pemerintah dalam mempercepat penanganan sampah, di antaranya :
* UU No. 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, yang mengamanatkan pergeseran paradigma dari kumpul-angkut-buang menjadi pengurangan dan penanganan sampah sejak dari sumbernya.
* PP No. 81 Tahun 2012 tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga. * Peraturan Gubernur Jawa Barat terkait kebijakan dan strategi daerah (Jakstrada) dalam pengelolaan sampah terpadu.
Ditempat terpisah ,Gilang Ferdian salah satu penggerak dan pemerhati lingkungan Hidup, saat di mintai komentarnya, dirinya sangat mendukung dan mendorong kegiatan yang diinisiasi oleh pemerintah Desa Sarimukti,
Gilang menjelaskan , bahwa kunci keberhasilan TPS3R terletak pada kedisiplinan menerapkan prinsip 3R,Reduce yaitu Mengurangi timbulan sampah sejak dari rumah. Reuse yaitu Menggunakan kembali barang layak pakai.
Recycle yaitu Mendaur ulang sampah menjadi produk bernilai guna (seperti kompos atau kerajinan) ” Jelas nya mengedukasi awak media”Peran TPS3R di Garut” lanjut Gilang, “sangat krusial, untuk mengurangi beban TPA akhir,dengan pengolahan terpilah, sampah organik bisa dicacah menjadi kompos dan anorganik dipacking untuk didaur ulang,” pungkasnya( Taufik darajat )