BRIGJEN Pol Hery Sasangko SIK. Jenderal Sederhana, Berprestasi, Religius dan Nasionalis.
Jakarta.-Kalibernews.net.-//-Biasa di sapa dengan Pak Hery seorang anak kampung yang lahir di Desa Malasan, Durenan, Trenggalek ,19-04-1968, kota kecil di Jawa Timur,dari keluarga yang sederhana dengan orang tuanya, bapak seorang Guru Sekolah Dasar dan ibu juga seorang Guru Sekolah Dasar, dengan profesi bapak dan ibu seorang guru sehingga cara mendidik anaknya, memprioritaskan pentingnya sebuah pendidikan selain itu juga menjadi Petani di Kampung nya.
Pak Hery menuntut ilmu sekolah dasar di desa Malasan, Sekolah menengah pertama di kota Trenggalek dan sekolah menengah atas di tamatkan di SMA Tulungagung, Lulus sekolah menengah atas (SMA) pada tahun 1987 beliau mendengar kabar dari media cetak ada test AKABRI, beliau di trima pada Akademi Kepolisian (Akpol) dan lulus pada tahun 1991.
Setelah lulus Akademi Kepolisian tahun 1991 penempatan tugas pertama beliau di Institusi Tribata Kepolisian bertugas pertama sbg PAMAPTA di Polres Ketapang, Jabatan Kepala Satuan (kasat) Lantas Polres Sanggau dan Kapolsek Pontianak Utara , Polda Kalimantan Barat,dan pernah mengikuti pendidikan Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) dan Sekolah Pimpinan Menengah (Sespim).
Beberapa Wilayah tugas yg pernah diemban selain Kalbar, yaitu Sulawesi Tenggara, Kalimantan Timur dan Maluku Utara, beliau diberikan kepercayaan menduduki sejumlah jabatan struktural di kepolisian terdiri dari jenjang kepangkatan terendah sampai jabatan Struktural maupun Non Struktural.
Beliau pernah menjadi Kapolsek, Wakapolres, Kapolres, Kasubdit, Dirlantas dan Kabag di Lembaga Pendidikan, saat ini beliau diberi tugas sebagai Sekretaris Deputi Kamtibmas pada Kemenko Polkam dengan pangkat Brigadir Jenderal Polisi.
Dalam bertugas di kepolisian beliau, lebih mengutamakan komunikasi dengan pendekatan humanis dan melayani masyarakat, beliau berpesan kepada adik-adiknya di jajaran kepolisian” bahwa kita ada (polisi) karena ada masyarakat,
Makanya kita harus melayani masyarakat dengan baik”Pada jabatan yang baru ini yaitu di luar struktural kepolisian beliau lebih mengutamakan koordinasi dan sinkronisasi lintas struktural dan senjata utama yaitu lebih mengutamakan komunikasi yg efektif dengan pendekatan persuasif dan humanis itu sangat penting dalam melayani masyarakat, tegas beliau.Pewarta Jakarta DA.