MAJALENGKA,’Kalibernews.net,-//- – Program validasi dan pemutakhiran data penerima bantuan sosial (bansos) di Kabupaten Majalengka mulai menunjukkan dampak signifikan terhadap akurasi sasaran bantuan.

Di Desa Jatiserang, Kecamatan Panyingkiran, sejumlah warga secara sukarela menyatakan mengundurkan diri sebagai keluarga penerima manfaat setelah rumah mereka ditempeli stiker bertuliskan “Keluarga Miskin”.Langkah tegas ini diambil oleh Dinas Sosial Kabupaten Majalengka bekerja sama dengan pemerintah desa setempat pada Rabu (12/2/2026).

Pemasangan stiker tersebut bertujuan untuk memastikan bahwa alokasi bantuan pemerintah benar-benar diterima oleh masyarakat yang membutuhkan, sekaligus sebagai bentuk transparansi publik dalam pengelolaan data kemiskinan.

Dalam pelaksanaannya di lapangan, tim verifikasi menemukan fakta bahwa beberapa penerima bansos memiliki kondisi ekonomi yang tergolong mapan.

Petugas mengidentifikasi sejumlah rumah yang secara fisik sangat layak huni, bahkan di antaranya memiliki aset transportasi pribadi berupa mobil dan sepeda motor.

Menghadapi labelisasi tersebut, sebagian warga memilih menolak rumahnya ditempeli stiker dan memutuskan untuk mengundurkan diri secara tertulis dari daftar penerima bantuan.

Kepala Desa Jatiserang, Tirta Wirahman, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi dari imbauan Bupati Majalengka dan jajaran pemerintah kecamatan.

Ia menilai metode labelisasi ini sangat efektif dalam menggugah kesadaran masyarakat yang secara ekonomi sudah mandiri.“Dengan adanya stiker, warga yang merasa sudah sejahtera akan malu jika tetap menerima bantuan.

Mereka kemudian mengundurkan diri secara sukarela demi rasa keadilan sosial,” ujar Tirta pada Rabu (12/2/2026).Tirta menambahkan bahwa dari total 1.512 penerima bansos di Desa Jatiserang, pihaknya telah menempelkan stiker di sekitar 800 kepala keluarga (KK).

Perbedaan angka ini terjadi karena dalam satu KK seringkali terdapat anggota keluarga yang menerima lebih dari satu jenis program bantuan.“Yang rumahnya dipasang stiker sekitar 800 kk, karena dalam satu KK ada yang menerima dua, tiga, bahkan empat jenis bantuan,” jelasnya lebih lanjut.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Majalengka, Apip Supriyanto, menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan instruksi langsung pemerintah daerah.

Berdasarkan data yang ada, sebaran penerima bantuan di Kabupaten Majalengka cukup besar, mencakup BPNT sebanyak 52.000 KPM, PKH 125.000 KPM, bantuan pangan 172.000 KPM, dan BLT Kesra mencapai 200.000 KPM.

“Di Kabupaten Majalengka, penerima BPNT sekitar 52.000 KPM, PKH 125.000 KPM, bantuan pangan 172.000 KPM, dan BLT Kesra sekitar 200.000 KPM.

Dengan pemasangan stiker ini, masyarakat bisa menilai sendiri apakah mereka masih layak menerima bantuan atau tidak,” tegas Apip.Ia berharap program ini mampu meminimalisir potensi bantuan salah sasaran di masa mendatang.

“Program validasi melalui pemasangan stiker ini diharapkan dapat meningkatkan akurasi data penerima bantuan sosial serta mendorong pemerataan bantuan bagi warga yang benar-benar membutuhkan,” pungkasnya.

Pemerintah berharap melalui langkah validasi dan edukasi ini, tercipta pemerataan kesejahteraan yang lebih baik di Kabupaten Majalengka, sehingga program bantuan sosial dapat memberikan manfaat yang optimal bagi warga yang berhak menerimanya.(Asep Iskandar)

By DEDE KW

KALIBERNEWS.NET. merupakan Media SKU & Online yang berdiri pada tahun 2020 lalu di Kabupaten Badung, yang mempunyai moto, "" Berbicara fakta tanpa rekayasa "" merupakan Media lokal jawa barat yang sudah memiliki beberapa kepala perwakilan dan beberapa kepala biro di Indonesia,,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *