Piru,-Kalibernews,net.-//-Proyek Strategis Nasional (PSN), Maluku Integrated Port telah menjadi sorotan luas di tengah masyarakat Maluku , proyek ini belum di laksanakan tetapi telah menjadi perdebatan serius media cetak, elektronik dan sosial.

Artinya Masyarakat tidak melek informasi politik dan pembangunan. tingkat partisipasi masyarakat dalam mengawal isu cukup tinggi,apa lagi terkait dengan hajat hidup orang banyak itu sangat penting dalam mengawal demokrasi.

Gubernur Maluku telah gagal membangun narasi informasi politik ke publik, ketidak konsisten dan komitmen pemerintah dalam perencanaan program pembangunan,telah menjadi alaram terburuk dalam kebijakan,bahwa pemerintah plin plan dalam mengambil keputusan.

Ketua Dewan Pengurus Daerah Gerakan Pemuda Islam Indonesia, Kabupaten Seram
Bagian Barat , Darto Al Bana mulai bersuara “bahwa Gubernur Maluku tidak punya strategis untuk membangun provinsi maluku pemindahan Maluku Integrated Port (MIP) dari pulau seram ke pulau Ambon itu bukan langkah strategis,

Kita semua tau bahwa ukuran pembangunan harus membutuhkan wilayah yang luas, pulau ambon sudah padat penduduknya ,dan pulau seram wilayahnya masih luas.

Kalau membangun pusat ekonomi dalam satu titik akan mengakibatkan over production, kenapa kita menyebarkan pembangunan agar pendapatan masyarakat juga bisa menyebar dan kesejahteraan masyarakat juga bisa merata.

Membangun Maluku Integrated Port (MIP) di pulau seram dan merupakan hal yang benar kita telah membangun sebuah peradaban dan itu langkah strategis.

Laut pulau seram masuk dalam zona wilayah Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) telah menjadi jalur rute resmi pelayaran laut dan penerbangan udara, setiap kapal laut domestik ,asing dan penerbangan udara domestik, internasional harus mengikuti rute yang di tentukan, Pemerintah Republik Indonesia yang telah di tetapkan, berdasarkan konvensi hukum laut internasional ( UNCLOS ) dan PP No.37 Tahun 2002, berfungsi sebagai jalur aman bagi kapal dan pesawat asing melintasi perairan Indonesia dari samudera Pasifik ke Hindia .

Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) di bagi menjadi tiga jalur utama untuk mengakomodasi pelayaran cepat dan lansung , sekaligus menjaga kedaulatan maritim .

Pembagian Tiga Jalur ALKI:

1.ALKI 1: melintasi laut Tiongkok selatan,Selat Karimata,laut Jawa,dan Selat Sunda . Jalur ini merupakan rute pelayaran dari Asia Timur ke samudera Hindia .

2.ALKI II: melintasi Laut Sulawesi,Selat Makasar, Laut Flores ,dan Selat Lombok .
Jalur ini sangat strategis untuk pelayaran dari Asia Tenggara ke Australia.

3.ALKI III: Terbagi menjadi ALKI III-A
(Samudera Pasifik, Laut Maluku , Laut Seram,Laut Banda,Selat Ombai,Laut Sawu, Samudera Hindia),serta cabang III-B dan III-C yang melintasi perairan Maluku,Laut Seram,dan Perairan Papua.

Fungsi dan Signifikasikan:
*Keamanan dan Pertahanan : sebagai alat pengawasan lalu lintas kapal asing untuk menjaga kedaulatan maritim.
*Perdangan Global: menghubungkan jalur pelayaran utama aman dan cepat .
*Kedaulatan: menegaskan hak Indonesia sebagai negara kepulauan untuk mengatur lalu lintas laut.

Kapal asing yang melintas harus mengikuti pedoman yang berlaku , seperti tidak boleh menyimpan dan mengikuti prosedur keselamatan.07-03-2026.Pewarta Maluku, Ode Khalif *

By DEDE KW

KALIBERNEWS.NET. merupakan Media SKU & Online yang berdiri pada tahun 2020 lalu di Kabupaten Badung, yang mempunyai moto, "" Berbicara fakta tanpa rekayasa "" merupakan Media lokal jawa barat yang sudah memiliki beberapa kepala perwakilan dan beberapa kepala biro di Indonesia,,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *