GARUT,–KALIBERNEWS.NET.-//- DPC Partai Demokrat Kabupaten Garut memanfaatkan momentum Ramadan 1447 H bukan sekadar untuk seremoni religius, melainkan sebagai ajang unjuk kekuatan.
Dalam agenda konsolidasi akbar dan penyerahan Kartu Tanda Anggota (KTA) di Aula DPC, Jalan Proklamasi, Jumat (13/03/2026), partai berlambang Mercy ini secara resmi memperkenalkan barisan tokoh baru yang siap memperkuat barisan tempur mereka.
Ketua DPC Demokrat Garut, H. Aman Nurjaman, SE, dalam orasi politiknya mengirimkan pesan ekspansif.
Ia menegaskan bahwa empat tahun kepemimpinannya telah mencetak fondasi solid, namun ia mengharamkan kader untuk berpuas diri.”Soliditas hingga tingkat ranting adalah harga mati, tapi ekspansi adalah keharusan.
Kita tidak sedang menjaga museum; kita sedang merebut ruang! Setiap jengkal wilayah di Garut harus merasakan kehadiran Demokrat,” tegas Aman dengan nada bicara yang menghentak.
BPOKK Jabar: “Jangan Jadi Benalu dalam SK”Ketegasan acara ini mencapai puncaknya saat Kepala BPOKK DPD Demokrat Jawa Barat, H. Ahmad Bajuri, SE., MM, naik ke podium.
Ia melontarkan kritik pedas sekaligus “warning” keras bagi oknum pengurus yang selama ini hanya sekadar formalitas administratif.
“Partai ini adalah mesin tempur, bukan tempat bernaung para pemimpi. Jangan ada lagi pengurus yang namanya hanya gagah di dalam SK, tapi ‘mati suri’ di lapangan.
Kami butuh eksekutor, bukan pajangan!” ujar Bajuri tajam.Bajuri menekankan bahwa loyalitas kini diukur dengan angka riil melalui KTA-nisasi yang masif.
Ia memastikan akan ada evaluasi kinerja yang kejam bagi setiap tingkatan—DPC, DPAC, hingga Ranting—berdasarkan capaian target keanggotaan.
Strategi ini menjadi parameter utama untuk menyaring mana kader petarung dan mana yang sekadar numpang nama.
Satu Komando: Instruksi AHY adalah Harga MatiMenutup konsolidasi, Aman Nurjaman kembali membakar semangat kader dengan menggaungkan instruksi Ketum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Ketua DPD Jabar, H. Anton Sukartono Suratto.
Ia memerintahkan seluruh instrumen partai, mulai dari Fraksi hingga sayap partai Srikandi, untuk terjun langsung ke masyarakat.”Pelayanan publik adalah kunci elektabilitas.
Tidak ada ruang bagi kader yang malas turun ke bawah,” pungkasnya.
Pertemuan yang diakhiri dengan tausiyah dari KH Ahmad Taufan Zein dan pemberian apresiasi bagi kader militan ini memberikan sinyal terang bagi peta politik lokal: Demokrat Garut tengah melakukan mobilisasi total untuk mendominasi kontestasi mendatang. *** Sekjen Iwoi Garut ***