Garut,-Kalibernews.net//– Di bawah naungan langit cerah Desa Sukamulya, Kecamatan Pangatikan, sebuah manifestasi cinta dan ketulusan kembali berpendar.
Forum Silaturahmi Pemuda Sukarendah (FSPS) membuktikan bahwa pengabdian pada tanah kelahiran bukanlah narasi kosong, melainkan sebuah “jihad sosial” yang membasuh dahaga spiritualitas warga.Memasuki tahun keenam langkah perjuangannya, FSPS kembali meneguhkan eksistensi melalui aksi solidaritas kemanusiaan yang berpusat di Masjid Nurul Ihsan, Kampung Sukarendah.
Atmosfer khidmat menyelimuti halaman masjid saat ratusan warga bersimpuh dalam bingkai Halal Bihalal Idul Fitri 1447 Hijriah, menyatukan doa dalam satu frekuensi ketaatan.Acara dibuka dengan lantunan suci ayat Al-Qur’an oleh Salman yang membawa ketenangan bagi seluruh hadirin. Namun, suasana seketika berubah menjadi haru saat prosesi santunan diberikan secara simbolis kepada 100 anak yatim, dhuafa, dan lansia.
Senyum yang merekah di wajah-wajah renta dan binar mata anak-anak yatim menjadi saksi bisu konsistensi FSPS sejak dideklarasikan pada 2 Februari enam tahun silam.Lahir dari Rahim KebersamaanIrwan Hermansyah, perwakilan FSPS, menegaskan bahwa pergerakan ini murni lahir dari semangat kolektif. Dana yang terhimpun merupakan hasil perjuangan swadaya anggota, pengurus, serta para donatur—baik yang menetap di desa maupun para perantau—yang disatukan oleh visi memuliakan tanah kelahiran.”Kekompakan ini adalah bentuk cinta kami.
Kami ingin pemuda menjadi motor penggerak kebaikan, bukan sekadar penonton perubahan,” tegas Irwan. Beliau juga menekankan pentingnya transparansi sebagai urat nadi organisasi agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga dalam setiap langkah dakwah mereka.Apresiasi tinggi datang dari Ketua DKM Nurul Ihsan, Ustadz Aceng.
Dengan nada bicara yang dalam, beliau menyampaikan rasa bangganya terhadap determinasi anak muda di desanya.”Jazakumullahu khairan katsira atas kerja keras FSPS. Ini kegiatan yang sangat bermanfaat. Semoga ke depan semakin besar, berkualitas, dan meningkat,” ungkapnya penuh haru.
Menantang Zaman dengan Iman tak hanya menyentuh sisi kemanusiaan, acara ini juga menjadi oase intelektual melalui Tabligh Akbar bertajuk “Ramadhan Move On, Pemuda Hijrah: Pemuda Islam Menghadapi Zaman Now”. Ustadz Maulana Firdaus, S.H., dalam tausiyahnya berhasil menggetarkan sanubari para pemuda untuk tetap teguh memegang panji agama di tengah gempuran modernisasi yang kian liar.
Kehadiran jajaran Pemerintah Desa Sukamulya, tokoh masyarakat, hingga PC Persis Pangatikan memberikan marwah tersendiri pada acara tersebut. Sinergi antara semangat membara pemuda dan kearifan para orang tua menjadi kunci utama pembangunan desa yang paripurna.Enam tahun berjalan, FSPS bukan lagi sekadar komunitas; ia telah menjelma menjadi rumah bagi harapan.
Sebuah bukti otentik bahwa di tangan para pemuda yang religius dan militan, masa depan kampung halaman akan selalu memiliki cahaya untuk terus bersinar.((Redaksi)).