KUNINGAN, Kalibernews.net – Gemuruh semangat persaudaraan, kecintaan terhadap budaya, dan kepedulian sosial berpadu dalam puncak Milangkala Kendangers Kuningan Ka-8 yang digelar pada Sabtu, 18 Juli 2026, di Lapangan Sepak Bola Desa Karangkamulyan, Kecamatan Ciawigebang, Kabupaten Kuningan. Ribuan peserta, anggota komunitas, pegiat seni, tokoh masyarakat, serta warga memadati lokasi untuk menyaksikan perhelatan yang berlangsung meriah dan penuh makna.
Mengusung tema “Sabeungkeutan” dengan semangat “Ngahiji Sabeungkeutan, Ngajaga Budaya”, Milangkala tahun ini tidak sekadar menjadi perayaan hari jadi komunitas, melainkan menjadi panggung kebersamaan yang memperkuat silaturahmi, mengangkat seni budaya Sunda, sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Rangkaian kegiatan telah dimulai sejak 16 Juli 2026 melalui persiapan acara dan ziarah sebagai bentuk penghormatan terhadap perjalanan komunitas. Memasuki 17 Juli 2026, panitia menggelar Mapag Jum’at, kerja bakti membersihkan tempat ibadah, bakti sosial berupa santunan anak yatim, pengobatan gratis, sunatan massal, hingga malam Tawasul yang diisi kolaborasi seni tradisional Tarawangsa dan Karinding. Seluruh kegiatan berlangsung dalam suasana tertib, penuh kebersamaan, dan mendapat sambutan positif dari masyarakat.
Puncak acara pada 18 Juli 2026 disuguhkan dengan beragam penampilan seni dan hiburan. Mulai dari kolaborasi musik etnik, pertunjukan musik dangdut, peluncuran resmi kaos Kendangers Kuningan, penampilan seni budaya dari paguyuban Sundawani Wirabuana, hingga hiburan rakyat Bajidoran yang menjadi penutup rangkaian Milangkala. Acara juga diisi seremoni hari jadi, pemotongan tumpeng, serta sambutan dari unsur panitia, pemerintah desa, kecamatan, dan pengurus Kendangers.
Kehadiran berbagai elemen masyarakat menunjukkan bahwa Kendangers Kuningan telah berkembang menjadi komunitas yang tidak hanya aktif dalam pelestarian seni dan budaya, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap kegiatan sosial dan penguatan nilai gotong royong.
Momentum Milangkala Ka-8 menjadi bukti bahwa budaya lokal dapat menjadi perekat persatuan sekaligus ruang kolaborasi yang positif bagi masyarakat.
Perayaan yang berlangsung meriah tersebut diharapkan mampu memperkuat eksistensi Kendangers Kuningan sebagai komunitas yang terus menjaga warisan budaya Sunda, membangun solidaritas, serta menghadirkan kegiatan yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat luas.
Dengan memasuki usia kedelapan, Kendangers Kuningan diharapkan semakin kokoh melangkah, memperluas kontribusi di bidang seni, budaya, dan sosial, serta terus menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk mencintai budaya daerah, mempererat persaudaraan, dan menjaga semangat kebersamaan dalam bingkai kearifan lokal.
Penulis : Asep Iskandar
