
SBB, KALIBERNEWS.NET – Mahasiswa unpati melalui Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPIl) seram bagian barat (SBB) melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor DPRD seram bagian barat dan kantor Bupati seram bagian barat pada rabu, 26 agustus 2026.
Aksi yang mereka lakukan menuntut agar sebelas (11) Desa persiapan di seram bagian barat segera di proses menjadi desa administrasi tidak mundur kebalakang kembali pada desa induk, seperti yang di sampaikan oleh DPRD La Ode Risno Judin di salah satu acara resmi.
Tuntutan ini telah di terima oleh pemerintah daerah saat mediasi, melalui wakil buati, sekda dan kadis pemdes, pemda mengatakan bermitra menemui gubernur untuk menerbitkan nomor register desa persiapan, menurutnya serius dan tidak main main.
Selain itu mahasiswa juga menyampaikan kepada pemda bahwa di desa persiapan memiliki dua kepemimpinan yaitu kepala dusun yang sk nya di buat oleh kepala desa dan pj kepala desa persiapan, sķ nya di buat oleh pejabat bupati, mana yang harus di pakai? Kadis pemdes menjawab dalam waktu dekat sk kadus yang harus di nonaktifkan.
Kemudian mahasiswa pertanyakan 30% realisasi anggaran desa persiapan harus terbuka? Jika tidak!, inspektorat harus melakukan pemeriksaan terkait realisasi anggaran tersebut.
Selain dari itu mahasiswa menyinggung soal kepala desa aktif yang masi tergabung dalam satu partai politik harus di nonaktifkan, beri satu pilihan mundur dari partai politik atau memilih jabatan kepala desa?.
Mahasiswa berharap kepada pemerintah daerah bahwa persoalan ini dapat tertangani secara tuntas. (KMP)
