
MAJALENGKA, KALIBERNEWS.NET — Gebrakan nyata dari dunia pendidikan berbasis masyarakat! Dewan Pimpinan Daerah Persatuan Umat Islam (DPD PUI) Kabupaten Majalengka menggelar Workshop Kepala Madrasah dan Sekolah PUI se-Kabupaten Majalengka, dirangkaikan dengan Rapat Koordinasi, Kamis (10/9/2026) di Gedung Bapermin. Langkah ini bukan sekadar forum biasa ini adalah penegasan komitmen mengawal 241 lembaga pendidikan agar semakin kokoh, profesional, dan berdaya saing!
Kegiatan berwibawa ini dihadiri langsung Bupati Majalengka H. Eman Suherman, Ketua DPD PUI Kabupaten Majalengka K.H. Asep Zaki Mulyanto, Kepala Kementerian Agama Kabupaten Majalengka, para kepala sekolah dan madrasah, jajaran Dewan Syariah, serta seluruh elemen strategis PUI.
KHIDMAT BUKAN SEKADAR BEKERJA, INI AMANAH RAKYAT!
Ketua DPD PUI Kabupaten Majalengka, K.H. Asep Zaki Mulyanto, menegaskan dengan tegas: pendidikan PUI bukan bisnis, melainkan pengabdian.
“Kami menyebutnya KHIDMAT, bukan sekadar bekerja. Jika diniatkan ikhlas, insyaAllah perjalanan ini bernilai ibadah di hadapan Allah SWT!” K.H. Asep Zaki Mulyanto
Angkanya sungguh menghentak: 241 lembaga pendidikan, terdiri dari 38 RA, 54 MI, 19 MTs/SMP, 10 MA/SMK, dan 120 MDTA. Jaringan ini menaungi 1.200 guru lebih dan 25.000 murid! Sebuah kekuatan raksasa yang tidak boleh diabaikan oleh siapa pun!
Visi pendidikan PUI sejak 1911 tetap tajam dan relevan: BENER, PINTER, PARIGEL!
- Bener berakhlak mulia, kokoh dalam agama
- Pinter cerdas, mampu menjawab tantangan zaman
- Parigel terampil, bermanfaat bagi umat
“Meminterkan orang yang benar itu gampang, tetapi membenarkan orang pintar itu yang sulit. Santri kita harus menguasai teknologi coding, robotik bukan hanya terampil secara tradisional!”
BUPATI EMAN TEGAS: PAYUNG HUKUM AKAN SEGERA DIBENTUK! MADRASAH DAN MDTA TIDAK LAGI DIABAIKAN!
Bupati Majalengka H. Eman Suherman memberikan angin segar sekaligus teguran tegas: dukungan terhadap madrasah dan MDTA bukan kebaikan hati, melainkan kewajiban yang harus dijalankan secara tertib dan akuntabel!
“Kami sedang menyusun Naskah Akademik. Perda atau Perbup akan segera lahir! Bukan berarti kami pelit, tetapi SEMUA HARUS SESUAI ATURAN agar bantuan bisa digelontorkan secara BESAR-BESARAN dan BERTANGGUNG JAWAB!” Bupati H. Eman Suherman
Karena urusan agama adalah kewenangan pusat, Pemkab Majalengka tidak berdiam diri. Payung hukum daerah akan menjadi jembatan kuat agar lembaga pendidikan keagamaan tidak lagi berjuang sendirian!
SINERGI KUAT : MAJALENGKA LANGKUNG SAE BUKAN SLOGAN, TAPI KENYATAAN!
Bupati juga menantang PUI untuk ikut menaikkan Rata-Rata Lama Sekolah yang saat ini baru 7,8 tahun menuju target 9 tahun. Jalur nonformal seperti PKBM wajib dikembangkan bersama tidak boleh ada warga Majalengka yang tertinggal!
Di tengah gempuran teknologi digital, Bupati memperingatkan dengan tajam:
“Saya KHAWATIR jika anak-anak lebih nurut kepada HP daripada kepada orang tua dan gurunya! Teknologi HARUS dikuasai, tetapi AKHLAK JANGAN DITINGGALKAN! Mari kita bangun generasi yang BENER, PINTER, dan PARIGEL!”
Penghargaan juga diserahkan kepada para senior, kepala sekolah, dan guru PUI yang telah berjuang membangun pendidikan di Majalengka. Workshop ini bukan akhir, melainkan awal langkah nyata: tata kelola diperkuat, kompetensi ditingkatkan, dan layanan pendidikan bagi rakyat semakin luas!
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. PUI memiliki jaringan pendidikan RAKSASA. Mari kita BERSATU, BERKARYA, dan WUJUDKAN MAJALENGKA LANGKUNG SAE!” Bupati H. Eman Suherman.
Pewarta: Asep Iskandar / Deni AM
