Marak Tour SMP di Kuningan Bebani Orang Tua, Di Tengah Zaman Lagi Susah! Dinas Pendidikan dan Kepsek Jangan Tutup Mata, KDM Gubernur Jabar Sudah Melarang!

KUNINGAN
Kalibernews.net – Keluhan orang tua siswa SMP di Kabupaten Kuningan kini semakin menjadi-jadi. Bukan soal biaya sekolah, tapi soal maraknya kegiatan tour, study tour, outing class, dan sejenisnya yang digelar sekolah-sekolah dengan dalih pembelajaran.

Padahal, jaman lagi susah. Harga kebutuhan pokok naik, pekerjaan seret, penghasilan orang tua pas-pasan. Tapi sekolah justru sibuk menawarkan paket tour ratusan ribu hingga jutaan rupiah.

Orang tua yang tidak mampu terpaksa ikut, karena takut anaknya malu, dikucilkan, atau ketinggalan momen bersama teman-temannya. Yang lebih miris, ada orang tua yang sampai berutang ke sana kemari demi membiayai tour anaknya.

Ini bukan lagi soal pendidikan. Ini soal beban ekonomi yang dipaksakan atas nama sekolah.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi ( KDM ) sendiri sudah menegaskan, yang dilarang itu bukan foto bersama atau perpisahan. Yang dilarang adalah kegiatan study tour, kunjungan ilmiah, atau kunjungan industri yang membebani orang tua siswa secara finansial.

KDM Gubenur Jabar bahkan menyebut, banyak orang tua yang terpaksa berutang untuk membiayai study tour anak mereka.

Kebijakan itu tertuang jelas dalam Surat Edaran Gubernur Jawa Barat Nomor 42/PK.03.04/KESRA tentang Pengaturan Study Tour, Outing Class, Wisuda, Pendidikan Karakter dan Kegiatan Lainnya. Dalam SE itu disebutkan, pemerintah ingin melindungi hak peserta didik dan meringankan beban ekonomi orang tua/wali peserta didik pada semua jenjang pendidikan.

Tidak menyelenggarakan study tour atau kegiatan sejenisnya ke luar Provinsi Jawa Barat, outing class atau kegiatan lain yang berbiaya tinggi, wisuda/perpisahan siswa dan kegiatan seremonial lain yang berbiaya tinggi.

Study tour hanya boleh di dalam wilayah Provinsi Jawa Barat, dengan tujuan membentuk karakter dan wawasan pendidikan, dan harus melapor serta mendapat persetujuan dari Perangkat Daerah setempat.

Lalu pertanyaannya sekarang:

Kenapa di Kabupaten Kuningan masih marak tour SMP?

Kemana Dinas Pendidikan Kabupaten Kuningan?

Kemana para Kepala Sekolah SMP Negeri di Kuningan?

Jangan sampai aturan Gubernur hanya jadi pajangan di atas kertas, sementara di lapangan sekolah-sekolah tetap jalan terus, travel tetap laris, orang tua tetap menjerit.

Kalau Gubernur saja berani menonaktifkan Kepala SMA Negeri 6 Depok karena melanggar surat edaran yang melarang siswanya bepergian ke luar provinsi, maka Dinas Pendidikan Kuningan seharusnya berani bersikap sama tegasnya.

Jangan tunggu orang tua ngamuk dulu, jangan tunggu ada yang viral dulu, baru bertindak.

Dinas Pendidikan Kuningan diminta segera:

  1. Sidak dan tegur keras SMPN yang masih menggelar tour berbiaya tinggi
  2. Umumkan ke publik sekolah mana saja yang melanggar.
  3. Buka pos pengaduan orang tua siswa yang merasa dipaksa bayar tour.
  4. Cabut izin kegiatan tour yang tidak ada persetujuan resmi dan tidak sesuai SK Gubernur.

Kepada para Kepsek SMPN di Kuningan, ingat: Jabatan itu amanah, bukan untuk bisnis tour. Kalau mau mengajak siswa jalan-jalan, jangan pakai uang orang tua yang lagi susah. Buatlah kegiatan perpisahan di sekolah, yang kreatif, murah, dan tidak membebani. Seperti yang ditegaskan Gubernur, perpisahan tetap bisa dilaksanakan dengan cara lebih kreatif dan tanpa biaya besar.

Pendidikan itu untuk mencerdaskan, bukan untuk memiskinkan orang tua.

Redaksi Kalibernews.net membuka ruang pengaduan. Bagi orang tua siswa SMP di Kuningan yang merasa dipaksa membayar tour, silakan laporkan sekolahnya. Nama pelapor kami rahasiakan.

Jangan biarkan tour sekolah jadi ajang bisnis di atas penderitaan orang tua!

Penulis: DJ & Tim Lipsus Jabar
Redaksi
Kalibernews.net

About The Author