KAB. BANDUNG-Kalibernews.net-//-
Seni budaya Sunda tidak boleh hanya jadi tontonan di panggung hajatan. Ia harus hidup, dirawat, dan diberi ruang. Pesan itulah yang mengemuka dalam acara Evaluasi Sanggar Tari Sandya Citra Sena Production di Baleendah, Minggu, 08 November 2026.

Di hadapan para orang tua, pelatih, dan anak-anak penari, Ketua DPC Partai Hanura Kabupaten Bandung memberikan mandat khusus kepada Ketua OKK DPC Hanura Kabupaten Bandung untuk turun langsung merangkul seluruh pelaku seni budaya di Kabupaten Bandung.

Mandat itu bukan sekadar perintah organisasi. Ini adalah ajakan untuk kembali pulang ke akar budaya Sunda.

“Seni Budaya Adalah Jati Diri”

Dalam arahannya, Ketua DPC Hanura Kabupaten Bandung menegaskan, Hanura tidak mau hanya hadir saat pemilu. Hanura harus hadir saat sanggar kesulitan biaya, saat penari cilik butuh panggung, dan saat seniman sepuh butuh dihargai.

“Tugas Ketua OKK jelas: rangkul semua. Rangkul sanggar tari, rangkul calung, jaipong, wayang, pencak silat, sampai seni buhun yang hampir punah. Kalau bukan kita yang merangkul, siapa lagi? Kalau bukan sekarang, kapan lagi?” tegasnya.

Ia menambahkan, Kabupaten Bandung ini gudangnya seniman. Dari Baleendah sampai Ciparay, dari Majalaya sampai Ciwidey, hampir setiap kampung punya sanggar. Sayangnya, banyak yang jalan sendiri-sendiri tanpa perhatian.

Ketua OKK Siap Jalankan Tugas

Menyambut mandat tersebut, Ketua OKK DPC Hanura Kabupaten Bandung menyatakan siap menjalankan tugas dengan cara rerepan turun langsung, duduk lesehan bareng pelaku seni, mendengar keluhan mereka, bukan hanya dari balik meja rapat.

Langkah awal yang akan dilakukan antara lain:

  1. Pendataan Sanggar Mendata seluruh sanggar tari dan seni budaya di 31 kecamatan di Kabupaten Bandung.
  2. Silaturahmi Seniman Keliling sanggar, ngobrol langsung dengan pelatih, orang tua, dan anak didik.
  3. Panggung Untuk Rakyat Membantu mencarikan panggung pentas, dari tingkat desa sampai kabupaten.
  4. Regenerasi Mendorong anak muda agar bangga memakai kebaya, menari jaipong, dan ngamumule budaya Sunda.

“Mandat ini amanah. Kami akan rangkul semua tanpa pandang bulu. Seni itu bukan milik satu golongan, seni itu milik urang Sunda sadayana,” ujar Ketua OKK.

Sanggar Jadi Bukti, Budaya Masih Hidup

Acara Evaluasi Sanggar Tari Sandya Citra Sena sendiri menjadi bukti bahwa budaya Sunda masih hidup. Anak-anak penari cilik dengan mahkota dan kebaya merahnya tampil percaya diri di depan orang tua mereka. Ada yang masih malu-malu, ada yang sudah luwes seperti penari profesional.

Suasana Baleendah siang itu begitu hangat. Orang tua duduk lesehan, anak-anak saling menyemangati, pelatih memberi arahan dengan penuh kasih.

Momen inilah yang menurut Hanura harus terus dijaga.

“Lihat anak-anak ini. Mereka adalah masa depan Sunda. Kalau hari ini kita biarkan sanggarnya sepi, 10 tahun lagi kita akan kehilangan tari, kehilangan lagu, kehilangan jati diri,” tutup Ketua DPC.

Dengan mandat ini, DPC Hanura Kabupaten Bandung berharap, ke depan tidak ada lagi seniman yang merasa sendirian. Hanura hadir, merangkul, dan bergerak bersama seni budaya Kabupaten Bandung.

(Red)

About The Author