Media.Kalibernews.net || Beberapa hari Terakhir ini Unila Kembali Jadi Sorotan terkait Ajang Kontestasi Pemilihan Rektor Unila bagaimana Tidak dari curiculum vitae pengalaman Organisasi Suharso yang mencantumkan dirinya sebagai wakil sekretaris PWNU Lampung tahun 1992-1997.
Sayangnya hal ini Seakan Tidak Menjadi Perhatian Panitia pemilihan Rektor Unila, lalu muncul pernyataan banyak pihak apakah dalam penulisan Curiculum vitae para kandidat calon Rektor Ini wajib melampirkan atau tidak SK-SK penunjang kandidat Calon Rektor Unila yang disebutkan dalam curiculum vitae tersebut.
Sehingga terjadi kesimpang siuran Informasi yang menyebabkan Kegaduhan di masyarakat dan menimbulkan multi tafsir diberbagai media dengan penuh dugaan-dugaan sehingga menghadirkan Asumsi seolah dalam kontestasi ini telah terjadi prilaku menghalalkan segala cara untuk menjadi Orang No 1 Kampus Hijau Ini.
Seperti pemberitaan Sebelumnya Muncul temuan Dari Elemen Kaum Muda Nadhliyin yang Mengatakan jika Prof. Suharso tidak pernah menjadi kepengurusan sebagai wakil sekretaris PWNU Lampung tahun 1992-1997 terlebih mereka memegang alat bukti, begitu pun dari pihak Suharso lebih banyak diam seribu bahasa seakan memang diduga tidak mampu menunjukkan Alat Bukti SK Kepengurusan PWNU Lampung tahun 1992-1997 seperti yang tertera dalam Curiculum vitae nya.
Hal ini Ditegaskan pula oleh Maskut Candra Negara kepada media corel.co.id tanggal 20 Desember 2022 bahwasannya Suharso bukanlah pengurus PWNU Lampung dan PBNU tidak pernah menerbitkan SK dengan nama Suharso, “jelas Maskut.
Begitu pun keterangan dari salah satu Anggota IKA PMII Bandar Lampung, Yuridis Mahendra menjelaskan kepada awak media corel.co.id bahwasannya, ” Suharso telah memanipulasi data dengan mencantumkan dan konfirmasi kepada media klik target.id kader NU dan saya ada buktinya gerakan Suharso adalah bukan NU namun lebih cenderung berafiliasi dengan pihak yang bersebrangan Dengan NU “beber pria yang akrab disapa Idris Abung ini.
Masih Menurut Idris Abung Pada hari Kamis 22 Desember 2022 kami akan tetap melakukan Aksi Damai Ditugu Adipura dan pasca kami melakukan Aksi Damai ini Pihak suharso tidak mempunyai itikad baik serta tidak menunjukkan SKnya yang asli pengurus PWNU tahun 1992-1997 sebagai wakil sekretaris yang dicantumkan di curiculum vitae, maka kami akan menempuh jalur Hukum,” Ungkap pria gondrong nyentrik ini.
Saya akan mengambil langkah hukum karna dengan berbagai pertimbangan tentunya, dalam kesempatan ini juga saya ingin menegaskan saya tidak ada kepentingan apa pun saya hanya ingin menjaga dan mengembalikan marwah Nahdlatul Ulama yang saat ini telah di coreng dengan adanya prilaku oleh Suharso Calon Rektor Unila terlebih dirinya memanipulasi data mengatasnamakan Pengurus PWNU Lampung sebab ini urgen ya belum jadi rektor saja sudah berbuat curang, NU itu Isinya banyak ulama loh awas kualat ” tutup Idris Abung.
Pewarta : Bang Sangun & Nvs
Editor : Bang Zem Kalibernews.net
