BANDUNG, Kalibernews.net – Dugaan kuat adanya praktik pungutan liar (pungli) di lingkungan pendidikan kembali terkuak. Kali ini, bukti fisik dan pelaku sudah jelas teridentifikasi di MAS Nahdlatul Falah, Desa Girimulya, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung.
Berdasarkan informasi dan bukti yang diterima, redaksi kalibernews.net Jum,at 13/6/2026 berupa kwitansi sayur bahwa pihak sekolah diduga kuat melakukan pungutan biaya kegiatan akhir tahun madrasah atau perpisahan dengan nominal yang sangat fantastis, yaitu sebesar Rp 1.800.000,- (Satu Juta Delapan Ratus Ribu Rupiah) per siswa.
Yang mengejutkan, dugaan ini bukan sekadar isu, melainkan sudah memiliki BUKTI NYATA berupa kwitansi pembayaran yang diterima langsung oleh orang tua siswa.
Dari bukti tersebut tercatat jelas bahwa uang pungutan yang nilainya fantastis itu diterima langsung oleh oknum guru perempuan di sekolah tersebut, yang berinisial atau bernama lengkap: SITI SOLIHAH, S.Pd.I
Penerimaan uang tersebut dilakukan secara langsung di lingkungan madrasah pada tanggal yang telah ditentukan.
Besaran biaya Rp 1,8 juta per siswa ini dinilai sangat tidak wajar dan sangat memberatkan ekonomi masyarakat sekitar yang mayoritas bekerja sebagai petani dan buruh.
Para wali murid mengaku merasa sangat tertekan dan keberatan dengan pungutan tersebut. Apalagi, uang sebesar itu ditarik tanpa rincian penggunaan yang jelas, namun orang tua terpaksa membayar demi kelancaran proses kelulusan anak-anak mereka.
“Jujur Pak, uang segitu sangat berat buat kami. Tapi mau bagaimana lagi, demi anak bisa wisuda dan dapat ijazah, terpaksa kami pinjam atau potong kebutuhan lain. Padahal jelas-jelas memberatkan,” keluh salah satu orang tua siswa.
Dengan adanya bukti fisik kwitansi dan identitas penerima yang sudah jelas ini, masyarakat berharap agar pihak berwenang, khususnya Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bandung dan Tim Saber Pungli, dapat segera turun tangan memeriksa dan menindak tegas praktik yang diduga kuat merugikan masyarakat ini.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi dari pihak Kepala Madrasah terkait dugaan pungutan dan keterlibatan oknum guru tersebut, berita akan tayang kembali dengan berita tanggapan/Klarifikasi dari kepala sekolah.
Red & Tim.
