SBB, Kalibernews.net-// – Pertumbuhan anak di sebelas kecamatan kabupaten seram bagian barat masih membutuhkan pelayanan kesehatan, program pemberantasan stanting belum berhasil masi gagal.
Meski negara telah menyalurkan besar anggaran melalui bantuan operasional kesehatan (BOK) tenaga gizi lakukan penanganan tetapi masi saja belum teratasi?.
Kegagalan tersebut membuat pemda harus turun tangan.
Pada kamis 11/06/2026
Bupati sbb Ir Asri Arman MT, bersama rombongan dalam hal ini,
Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Perumahan, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Catatan Sipil, Dinas Pendidikan, Dinas Keluarga Berencana, Dinas Perikanan, Dinas Komunikasi dan Informatika, dan Camat.
Mendatangi tiga desa di wilayah kecamatan seram barat yaitu Desa Morekau, Desa Lumoli, dan Desa Neniari, melakukan inspeksi mendadak ke tiap rumah warga guna menemukan anak stunting sekaligus penanganan secara serius.
Hal ini di lakukan sebagai bentuk perhatian pemda kepada masyarakat dan ini merupakan langka awal tidak menutup kemungkinan besok akan bergeser ke wilayah lain kecamatan yang berbeda untuk melakukan kegiatan yang sama menemukan anak stunting dan penanganan.
Inspeksi tersebut mendapatkan data terbaru, dari tiga puluh tiga (33) anak hasil pemeriksaan kesehatan, lima anak yang memiliki pertumbuhan sesuai standar kesehatan, dua puluh delapan (28) Anak lainnya mengalami masalah tumbuh kembang ada yang pendek dan ada yang sangat pendek.
Desa Morekau, tiga belas(13) anak yang mengalami gangguan pertumbuhan, Desa Lumoli, dua belas (12) anak berada dalam kondisi yang sama. Sementara di Desa Neniari, tujuh dari delapan anak memerlukan perhatian lebih. Selain masalah tinggi badan, sejumlah anak juga ditemukan memiliki berat badan di bawah normal.
Yang di larikan ke RSUD Piru untuk dilakukan penanganan lanjut dari tiga Desa yaitu:
Desa Morekau berjumlah lima orang anak,
Desa Lumoli, sembilan (9) orang anak,
Desa Neniari empat (4) orang anak semua di rumah sakit yang sama RSUD Piru Kabupaten Sesam Bagian Barat (SBB).
Dalam kegiatan tersebut bupati sampaikan untuk ibu ibu bahwa yang belum memiliki kartu BPJS segera menyiapkan syarat berkas lalu masukan ke dinas sosial untuk di bantu membuat.
Bupati juga memberikan harapan kepada ibu ibu tiga desa yang anaknya membutuhkan penanganan lanjut di RSUD Piru bahwa tidak perlu cemas soal pembiayaan pengobatan anak stunting sebab pembiayaan akan di tanggung oleh program Kartu Sosial,
Data kalian yang suda di masukan secara otomatis terhubung dan tercatat dalam sistem BPJS Kesehatan itu bisa di manfaatkan.
Bupati juga berpesan
Kalau ditemukan sebuah sanitasi yang kurang baik, segera laporkan ke Dinas Pekerjaan Umum kemudian jika nanti terlihat rumah yang tidak layak huni segera laporkan ke Dinas Perumahan agar di lakukan langka lanjut.
Dan bagi yang belum memiliki Kartu Keluarga atau belum terdata dengan baik, segera laporkan untuk diproses dan diintervensi oleh Dinas Catatan Sipil.” tegas bupati.
Bupati berharap masalah kasus stunting di sbb bisa teratasi agar anak sebagai penerus bangsa bisa tumbuh besar dengan baik, sehat cerdas dan menjadi penerus bangsa tutup.18.06.2026.
Pewarta: KPM.
