KUNINGAN, Kalibernews.net – Tradisi budaya yang sarat nilai spiritual dan kearifan lokal kembali akan digelar di kaki Gunung Ciremai. Ruwatan Gunung Ciremai 2026 dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 11 Juli 2026, mengusung tema “Mipit Kudu Amit, Ngala Kudu Menta”, sebuah falsafah Sunda yang mengajarkan pentingnya etika, penghormatan terhadap alam, serta rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Kegiatan yang diselenggarakan bersama Kesultanan Kanoman ini menjadi bagian dari upaya menjaga kelestarian tradisi leluhur sekaligus menguatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga keseimbangan antara manusia, budaya, dan alam.
Ruwatan Gunung Ciremai bukan sekadar seremoni adat, melainkan sebuah ikhtiar budaya yang merefleksikan penghormatan kepada para leluhur serta doa bersama agar Gunung Ciremai senantiasa memberikan keberkahan, keselamatan, dan kehidupan bagi masyarakat di sekitarnya.
Tema “Mipit Kudu Amit, Ngala Kudu Menta” mengandung pesan mendalam bahwa setiap manusia harus memiliki adab ketika memanfaatkan kekayaan alam. Apa pun yang diambil dari alam harus dilakukan dengan izin, rasa hormat, tanggung jawab, dan tidak merusak keseimbangan lingkungan. Nilai tersebut menjadi warisan luhur masyarakat Sunda yang tetap relevan di tengah tantangan pelestarian lingkungan saat ini.
Melalui kegiatan ini, panitia berharap masyarakat, budayawan, tokoh adat, akademisi, hingga generasi muda dapat bersama-sama menjaga eksistensi budaya lokal sebagai bagian dari identitas bangsa. Selain mempererat tali silaturahmi, kegiatan ini juga diharapkan menjadi media edukasi untuk menanamkan nilai-nilai kearifan lokal kepada generasi penerus.
Dengan semangat pelestarian budaya dan konservasi alam, Ruwatan Gunung Ciremai 2026 diharapkan menjadi momentum memperkuat sinergi seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keluhuran tradisi, merawat alam, serta mewariskan nilai-nilai budaya Nusantara kepada generasi yang akan datang.
Penulis. Asep Iskandar
