SUKABUMI, KALIBERNEWS.NET –
Pemerintah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, resmi menetapkan status tanggap darurat menyusul kebakaran hebat yang melanda kawasan Kasepuhan Ciptamulya, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok.
Keputusan tersebut diambil setelah rapat koordinasi membahas kondisi dan kebutuhan penanganan pascakebakaran. Masa tanggap darurat ditetapkan selama satu pekan hingga 31 Juli 2026.
Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman, mengatakan penetapan status ini telah memenuhi persyaratan sesuai peraturan perundang-undangan.
“Barusan sudah dirapatkan dan dapat diambil kesimpulan dilaksanakan tanggap darurat. Karena sudah memenuhi persyaratan sesuai perundang-undangan,” ujar Ade usai rakor di Sekretariat Daerah Kabupaten Sukabumi, Minggu (26/7/2026).
Fokus Penanganan: Kebutuhan Dasar Warga.
Ade menjelaskan, selama masa tanggap darurat prioritas utama adalah pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak.
“Pasca itu nanti. Sekarang menetapkan dulu kebutuhan dasar mereka untuk makan, minum, air bersih, dan sebagainya,” kata Ade.
Seiring penetapan status, dapur umum juga mulai disiapkan. BPBD Kabupaten Sukabumi ditunjuk sebagai PIC koordinasi penanganan di lapangan.
“Kalau sudah tanggap darurat, dilaksanakan dapur umum. Kita buka sekarang. PIC-nya saya tugaskan BPBD untuk tanggap darurat,” tegasnya.
Rekonstruksi 51 Rumah Adat Dibantu Pemprov Jabar.
Terkait rencana pembangunan kembali, Gubernur Jawa Barat memastikan akan membangun ulang 51 rumah adat Kasepuhan Ciptamulya yang habis terbakar.
“Alhamdulillah, dengan kondisi keuangan Pemda yang kurang, ada bantuan dari Pemprov. Kami sangat bersyukur,” ujar Ade.
Pembahasan rekonstruksi akan dilakukan setelah tahapan tanggap darurat dan pemenuhan kebutuhan dasar selesai. Evaluasi akan dilakukan berkala untuk menentukan apakah masa tanggap darurat perlu diperpanjang.
Koordinasi Penanganan.
Dengan status ini, Pemkab Sukabumi memusatkan penanganan pada makanan, minuman, air bersih, serta kebutuhan mendesak lainnya bagi warga terdampak sebelum masuk ke fase pemulihan.
Penulis: Januari
Redaksi
Kalibernews.net
“Bicara Fakta Tanpa Rekayasa”
–
