JOMBANG, Kalibernews.net – Dugaan penyimpangan pelaksanaan proyek pembangunan sarana prasarana pertanian anggaran Kementerian di Desa Tampingmojo, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, menuai sorotan tajam.
Pimpinan Redaksi Nasionaldetik.com, Ir. Edi Supriadi, mendesak Kementerian terkait untuk segera mengambil langkah dan tindakan tegas atas indikasi pelanggaran Rencana Anggaran Biaya (RAB) serta minimnya keterbukaan publik di lapangan.
Temuan di Lapangan: Material Dipertanyakan & Tanpa Plang Proyek.
Pembangunan proyek saluran irigasi/infrastruktur pertanian ini diduga kuat melanggar spesifikasi teknis dan RAB. Temuan tim media di lapangan pada awal Agustus 2026 menunjukkan:
- Penggunaan material yang dipertanyakan kualitasnya, seperti pasir dan semen.
- Struktur penulangan besi yang dinilai tidak presisi.
- Ketidakberadaan papan informasi proyek atau plang nama, padahal hal tersebut merupakan kewajiban keterbukaan informasi publik (KIP).
Proyek ini dikelola oleh pihak pengembang/pelaksana di tingkat lokal dengan indikasi keterlibatan unsur Gapoktan/HIPPA setempat. Lokasinya berada di areal persawahan Desa Tampingmojo, Kec. Tembelang, Kab. Jombang.
Tim media juga mendapati pengerjaan fisik yang terkesan “kucing-kucingan” dan sikap tertutup saat dikonfirmasi.
Desakan Tegas dari Pimred Nasionaldetik.com.
Ir. Edi Supriadi Menegaskan bahwa praktik pengerjaan proyek yang mengabaikan transparansi dan mutu teknis adalah bentuk penyalahgunaan uang rakyat.
“Temuan di lapangan ini sah dan terindikasi kuat melanggar RAB pengalokasian dana Kementerian. Pihak Kementerian terkait harus segera turun ke lapangan dan mengambil sikap tegas. Jangan ada pembiaran terhadap pengerjaan proyek negara yang terkesan asal-asalan!” tegas Ir. Edi Supriadi.
Minim Keterbukaan dari Pihak Desa.
Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Desa, Ketua Gapoktan, maupun Ketua HIPPA setempat terkesan menghindar dan tidak menunjukkan iktikad komunikasi yang kooperatif. Upaya konfirmasi wartawan kerap direspons dingin dan terkesan melempar tanggung jawab.
Sikap bungkam dan ketidakjelasan pertanggungjawaban publik dari pemangku kepentingan desa ini semakin memperkuat dugaan adanya janggalnya pengelolaan dana proyek Kementerian di Desa Tampingmojo.
Nasionaldetik.com.
Menegaskan akan terus mengawal kasus ini hingga pihak Kementerian dan aparat pengawas internal/penegak hukum turun tangan melakukan audit menyeluruh terhadap proyek tersebut.
Reporter : Redaksi Nasionaldetik.com
Sumber : Temuan Lapangan Tim Nasionaldetik.com – 06 Agustus 2026
Redaksi
Kalibernews.net.
