MAJALENGKA, KALIBERNEWS.NET – Lautan biru Bobotoh membanjiri kawasan Saung Nganter Kahayang, Sawah Lega, Desa Salagedang, Kecamatan Sukahaji, Kabupaten Majalengka, Kamis (6/8/2026). Ratusan anggota Viking Alengka larut dalam atmosfer penuh gairah saat menggelar nonton bareng (nobar) final Piala Presiden 2026 antara Persib Bandung kontra Persebaya Surabaya.
Kegiatan bertajuk Persib Day tersebut berlangsung meriah dan penuh kebersamaan. Sejumlah tokoh turut hadir, di antaranya Anggota DPR RI H. Ateng Sutisna dari Daerah Pemilihan (Dapil) Sumedang–Majalengka–Subang, Bupati Majalengka Drs. H. Eman Suherman, M.M., Kapolres Majalengka AKBP Muhammad Aldy Sulaiman, S.I.K., M.Si., Wakil Ketua DPRD Kabupaten Majalengka Deden Hardian Narayanto, S.T., serta ratusan Viking Alengka.
Sejak pertandingan dimulai, suasana di lokasi nobar bergemuruh. Yel-yel dan nyanyian dukungan kepada Maung Bandung terus berkumandang, mengubah kawasan Sawah Lega menjadi lautan biru penuh energi Bobotoh.
Kapolres Majalengka Bakar Semangat Bobotoh
Atmosfer semakin hidup ketika Kapolres Majalengka AKBP Muhammad Aldy Sulaiman turut menyapa dan membakar semangat para Bobotoh.
“Hidup Persib Bandung! Hidup Persib Bandung!” serunya.
Seruan tersebut langsung disambut tepuk tangan, sorak-sorai, dan yel-yel dari Viking Alengka.
Tidak hanya memberikan dukungan moral, Kapolres juga menggelar kuis interaktif di sela pertandingan. Sejumlah pertanyaan diberikan kepada peserta, di antaranya mengenai nama Kapolsek Sukahaji dan Bupati Majalengka.
Dua peserta yang berhasil menjawab dengan benar memperoleh hadiah helm berstandar SNI dan kaus Persib Bandung. Sementara enam peserta lainnya mendapatkan kaus Persib.
Skor 1-1, Bupati Majalengka Ajak Bobotoh Berdoa
Pertandingan berjalan ketat. Persib dan Persebaya saling jual beli serangan hingga waktu normal berakhir dengan skor 1-1.
Pertandingan kemudian dilanjutkan ke babak tambahan waktu atau extra time.
Sebelum babak tambahan dimulai, Bupati Majalengka Eman Suherman maju ke hadapan para Bobotoh dan mengajak seluruh peserta nobar memanjatkan doa bersama.
“Saya tidak ingin memberikan sambutan banyak-banyak. Mari kita doakan Persib juara. Al-Fatihah,” ucap H. Eman.
Ajakan tersebut langsung diikuti ratusan Viking Alengka. Para Bobotoh bersama-sama membaca Surat Al-Fatihah sebagai bentuk doa dan dukungan bagi Maung Bandung.
Namun hingga dua babak tambahan waktu berakhir, kedudukan tetap 1-1. Penentuan juara pun harus ditentukan melalui drama adu penalti.
Drama Titik Putih, Persib Harus Akui Keunggulan Persebaya
Ketegangan memuncak ketika kedua tim memasuki babak adu penalti.
Persib Bandung akhirnya harus mengakui keunggulan Persebaya Surabaya dengan skor 5-6 melalui adu penalti.
Hasil tersebut membuat Persebaya Surabaya keluar sebagai juara Piala Presiden 2026, sedangkan Persib harus puas menjadi runner-up.
Kekecewaan tentu terasa di tengah lautan biru Viking Alengka. Namun, kekalahan tersebut tidak menyurutkan loyalitas Bobotoh untuk tetap memberikan dukungan kepada Maung Bandung.
H. Ateng Sutisna Apresiasi Bobotoh yang Tetap Tertib
Anggota DPR RI H. Ateng Sutisna, yang merupakan wakil rakyat dari Dapil Sumedang–Majalengka–Subang, mengapresiasi sikap dewasa dan tertib yang ditunjukkan para Bobotoh selama pelaksanaan nobar.
“Kita tetap harus semangat, dan saya sendiri tetap gembira karena anggota Viking tertib, tidak ada ributan ataupun apa-apa,” ujarnya.
Ateng juga mengajak Bobotoh untuk tetap menjaga loyalitas dan tidak berhenti memberikan dukungan kepada Persib.
“Tetap semangat, tetap kita dukung Persib, jangan goyah. Kebanggaan kita adalah Persib. Suatu saat kita akan menjadi juara lagi,” katanya.
Viking Alengka Optimistis Persib Bangkit
Ketua Viking Alengka Majalengka, Babam, menilai padatnya jadwal pertandingan menjadi salah satu faktor yang menurutnya berpengaruh terhadap kondisi fisik pemain Persib ketika menghadapi partai final.
Meski demikian, Babam tetap optimistis Persib mampu bangkit dan kembali meraih prestasi pada kompetisi mendatang.
“Mudah-mudahan Persib di liganya bisa juara lagi untuk keempat kalinya secara berturut-turut. Itu akan menjadi sejarah yang sulit dikejar tim lain,” ungkapnya.
Babam juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung dan memfasilitasi kegiatan Persib Day sehingga pelaksanaan nobar dapat berlangsung aman, tertib, nyaman, dan penuh kebersamaan.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Majalengka Deden Hardian Narayanto menegaskan loyalitasnya kepada Persib melalui ungkapan khas Bobotoh.
“Persib nu aing. Menang ataupun kalah, tetap Persib nu aing.”
Persib Kalah di Lapangan, Bobotoh Tetap Berdiri
Kegagalan Persib meraih trofi Piala Presiden 2026 menyisakan kekecewaan bagi Bobotoh. Namun, kekalahan di lapangan tidak serta-merta memadamkan semangat Viking Alengka.
Persib Day di Saung Nganter Kahayang, Sawah Lega, Salagedang, justru memperlihatkan bahwa sepak bola bukan semata soal menang dan kalah. Ada kebersamaan, sportivitas, ketertiban, dan loyalitas yang tetap terjaga.
Bagi Bobotoh, dukungan tidak berhenti ketika kemenangan tidak berpihak. Ketika Persib menang, mereka merayakan bersama. Ketika Persib kalah, mereka tetap berdiri memberikan dukungan.
Persib boleh gagal mengangkat trofi malam itu. Namun bagi Viking Alengka, kecintaan terhadap Maung Bandung tetap menyala—menang atau kalah, Persib tetap di hati.
Laporan: Asep Iskandar
Editor: Asep Iskandar
KALIBERNEWS.NET
