BANDUNG, Kalibernews.net – Semangat kemerdekaan kian membara! Menyambut peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Asep Taofik, S.IP., Kepala Desa Serangmekar, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, bersama Imas Nurjanah, Ketua TP-PKK Desa Serangmekar, menyampaikan ucapan dan seruan tulus untuk menjaga persatuan serta memperkuat gotong royong demi kemajuan bersama.
“DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE-81 TAHUN 2026!
Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat, karunia, dan perlindungan-Nya kepada bangsa dan negara Indonesia tercinta, serta kepada seluruh masyarakat Desa Serangmekar. Semoga kita senantiasa diberikan kekuatan, kebijaksanaan, dan kemampuan untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan, serta membangun negeri dan desa yang semakin maju, berdaulat, adil, dan makmur,” ucap Asep Taofik, S.IP. bersama Imas Nurjanah, Sabtu 15 Agustus 2026.
Keduanya menegaskan kemerdekaan adalah amanah luhur yang wajib dijaga dan diisi dengan kerja nyata.
“Tidak ada ruang untuk perpecahan, tidak ada tempat untuk egoisme. Persatuan adalah kekuatan utama kita, dan gotong royong adalah jalan satu-satunya menuju kemajuan yang sejati dan berkeadilan,” tegas Asep Taofik, S.IP.
Sebagai Ketua TP-PKK Desa Serangmekar, Imas Nurjanah juga mengajak seluruh elemen masyarakat khususnya kaum ibu untuk turut menjaga keutuhan keluarga dan berkontribusi dalam pembangunan desa.
“Keluarga yang harmonis adalah fondasi bangsa yang kuat. Mari kita jaga kebersamaan, perkuat gotong royong, dan wujudkan Desa Serangmekar yang semakin maju, mandiri, dan bermartabat,” tambahnya.
Di usia ke-81 tahun kemerdekaan ini, keduanya berharap Indonesia semakin kokoh, rakyat semakin sejahtera, dan keadilan dirasakan hingga ke pelosok desa. “Tidak boleh ada satu pun warga yang tertinggal. Semua berjalan bersama, berjuang bersama, dan menang bersama.”
MERDEKA! MERDEKA! MERDEKA!
Asep Taofik, S.IP.
Kepala Desa Serangmekar
Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung
Imas Nurjanah
Ketua TP-PKK Desa Serangmekar
15 Agustus 2026
Redaksi
Kalibernews.net
Bicara Fakta Tanpa Rekayasa.
