
Proyek Rp.1,1 Miliar Lebih Revitalisasi SDN Pangantolan Sukabumi Diduga Abaikan K3, Kepsek & P2SP Disorot.
SUKABUMI, KALIBERNEWS.NET — Proyek Revitalisasi SD Negeri Pangantolan di Desa Parakanlima, Kecamatan Cikembar yang menelan anggaran Rp1.184.509.000 dari APBN Tahun 2026 diduga mengabaikan aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Ironisnya, proyek yang dikelola Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) SDN Pangantolan ini justru mempertaruhkan nyawa para pekerjanya.
Berdasarkan pantauan langsung di lokasi Jl. Pangantolan RT. 02 RW. 02 pada Senin (7/9/2026), sejumlah pekerja terlihat beraktivitas tanpa Alat Pelindung Diri (APD) yang lengkap. Helm proyek, rompi safety, sepatu safety, hingga sarung tangan tidak terlihat digunakan.
Kondisi lokasi kerja juga jauh dari standar SMKK – Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi. sebagaimana diwajibkan dalam Permen PUPR Nomor 10 Tahun 2021 dan UU No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja.
Proyek Besar, Pengawasan Minim.
Proyek ini meliputi Rehab Ruang Administrasi 1 ruang, Rehab Perpustakaan 1 ruang, Rehab 8 Ruang Kelas, Rehab Toilet dan Pembangunan Toilet baru dengan durasi pengerjaan 120 hari kalender.
Dengan nilai proyek di atas Rp.1 Miliar Lebih, seharusnya P2SP bersama pihak sekolah selaku penanggung jawab di lapangan wajib memastikan standar K3 diterapkan. Namun faktanya, pengawasan dinilai lalai.
“Ini bukan proyek kaleng-kaleng. Dana APBN Rp1,1 Miliar. Masa pekerjanya dibiarkan kerja tanpa helm dan safety? Kalau terjadi kecelakaan siapa yang tanggung jawab? Kepsek dan P2SP jangan cuci tangan,” ujar salah satu warga yang menyaksikan di lokasi.
Diduga Langgar Aturan, Disdik Diminta Tegas.
Tindakan tersebut jelas bertentangan dengan regulasi. Dalam Permen PUPR 10/2021 dan UU K3 disebutkan setiap kegiatan konstruksi wajib menerapkan K3 untuk melindungi pekerja dari kecelakaan kerja.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Kepala Sekolah SDN Pangantolan belum dapat dimintai keterangan.
Menanggapi temuan ini, publik dan insan pers mendesak Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi. untuk segera turun tangan dan bersikap tegas kepada oknum yang melanggar.
“Dana APBN ini untuk membangun masa depan anak, bukan untuk mencelakai pekerja. Disdik jangan diam. Lakukan pembinaan, tegur keras, bahkan evaluasi P2SP jika memang abai,” tegas seorang pengamat pendidikan di Sukabumi.
Revitalisasi sekolah memang penting, namun keselamatan pekerja adalah harga mati yang tidak boleh dikesampingkan demi mengejar target.
Penulis: Januari
Redaksi
Kalibernews.net
