
LANGSA, KALIBERNEWS.NET — Jumat, 12 September 2026 — Hampir 10 bulan berlalu sejak banjir bandang melanda Kota Langsa pada 26 November 2025, namun persoalan penyaluran bantuan bagi masyarakat terdampak hingga kini masih menyisakan tanda tanya besar.
Di tengah belum tuntasnya bantuan, sejumlah wilayah di Kota Langsa kembali terendam banjir pada 11 September 2026. Kondisi ini semakin menambah kekhawatiran warga yang hingga kini mengaku belum memperoleh haknya.
Data Kacau, Bantuan Tak Tepat Sasaran.
Persoalan penyaluran bantuan disebut muncul sejak awal, terutama terkait data calon penerima yang dinilai belum tertata dengan baik.
Akibatnya proses pendataan, verifikasi hingga penyaluran di lapangan tersendat.
Menurut keluhan korban, ada warga yang rumahnya tidak terdampak justru lebih dulu menerima bantuan. Sementara warga yang benar-benar terdampak masih menunggu kepastian.
Ketimpangan ini dinilai berpotensi menimbulkan kecemburuan sosial, kekecewaan, hingga kemarahan di masyarakat.
Ketua KBL : Kami Sudah Bosan Menunggu
Jantana Pratama Putra atau Bang JT, Ketua Forum Korban Banjir Langsa / KBL, mengaku sudah lelah dengan kinerja Pemerintah Kota Langsa.
Ia menyebut sudah 2 kali mengikuti rapat koordinasi di Kejari Langsa dan 3 kali ikut aksi unjuk rasa bersama korban banjir.
Dari tiga aksi tersebut, Wali Kota Langsa Jeffry Sentana hanya hadir menemui massa pada aksi jilid II, 30 April 2026.
Sementara pada aksi ketiga, 26 Agustus 2026, massa mempertanyakan total bantuan dari pihak luar berupa dana, makanan, minuman dan logistik lainnya.
Namun menurut Bang JT, Sekda Kota Langsa Suhartini belum bisa memberikan jawaban dan kemudian meninggalkan massa. Massa tetap bertahan hingga malam di tengah hujan lebat menunggu kejelasan.
Jadup, Isi Hunian, Stimulan, Rehab Rumah Masih Gantung.
Hingga 12 September 2026, masih banyak warga belum mendapat kepastian terkait:
Jadup / Jaminan Hidup, bantuan isi hunian, stimulan ekonomi, hingga bantuan rehabilitasi rumah.
Bahkan penyaluran bantuan banjir Tahap II juga belum sepenuhnya selesai.
Banjir susulan 11 September 2026 kembali mengingatkan bahwa penanganan bencana harus dilakukan cepat, tepat, dan transparan.
KBL Ancam Aksi Lanjutan
Bang JT menegaskan, jika tidak segera ada titik terang, KBL bersama masyarakat akan menggelar aksi lanjutan.
“Kami sudah terlalu lama menunggu. Hampir 10 bulan persoalan bantuan banjir belum juga selesai. Kami sudah rapat, bertemu pihak terkait, dan turun aksi, tetapi masyarakat masih mempertanyakan bantuan yang belum diterima,” ujar Bang JT.
“Kalau tidak ada titik terang mengenai penyaluran bantuan selanjutnya, kami bersama KBL dan masyarakat akan mempertimbangkan aksi lanjutan. Tujuannya jelas, yaitu memperjelas bantuan banjir Kota Langsa dan memastikan masyarakat mendapatkan haknya secara adil,” tegasnya.
Masyarakat kini menunggu langkah konkret Pemko Langsa untuk menyelesaikan persoalan data, mempercepat penyaluran, serta memberikan penjelasan terbuka mengenai seluruh bantuan yang telah masuk dan disalurkan.
Bagi korban, kepastian dan keadilan adalah hal paling penting agar persoalan 10 bulan ini tidak terus berlarut. (Red)
