KBB, KALIBERNEWS.NET – Pemerintah Kecamatan Cikalongwetan menggelar Rembug Stunting Tingkat Kecamatan sebagai tindak lanjut dari Rembug Stunting di 13 desa se-Kecamatan Cikalongwetan. Kegiatan berlangsung pada Kamis, 17 September 2026 pukul 08.00 WIB hingga selesai, bertempat di Pendopo Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat.

Kegiatan dihadiri lintas sektor. Hadir Kepala DPMD Kabupaten Bandung Barat Dudi Supriadi, S.Sos, Kabid Kelembagaan Desa Ariyanto, Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat Nunung Nurhasanah, Camat Cikalongwetan Dr. Jaja, S.E., S.Sos., M.M., Kapolsek Cikalongwetan AKP Deden Indrajaya, S.H., M.M., Batuud Koramil Cikalongwetan Peltu Tatang Mulyana mewakili Danramil, Kepala Puskesmas DTP Cikalongwetan dan Puskesmas Rende, Kepala UPT DP2KBP3A, Kepala KUA, Ahli Gizi, PLD, Koordinator eLSIMIL, Ketua TP-PKK Kecamatan, Ketua MUI, Karang Taruna, KNPI, Himpaudi, Operator SIP Online, Ketua Forum Duta Genre, serta Kepala Desa, Ketua TP-PKK Desa, Bidan Desa dan Kader Pembangunan Manusia se-Kecamatan Cikalongwetan.

Rembug stunting dibuka secara resmi oleh Pemerintah Kecamatan Cikalongwetan dan berjalan lancar, tertib dan penuh semangat kebersamaan.

Agenda utama meliputi pemaparan data permasalahan stunting di tiap desa, sinkronisasi program lintas sektor, serta penyusunan rencana pembangunan dan intervensi terpadu untuk percepatan penurunan angka stunting.

Dalam sambutannya, Kapolsek Cikalongwetan AKP Deden Indrajaya menegaskan komitmen Polri mendukung penuh program pencegahan stunting.

“Stunting merupakan ancaman bagi masa depan generasi. Kehadiran Polri tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga mendukung pembangunan manusia dan kesejahteraan warga,” ujarnya.

Ia menambahkan, Bhabinkamtibmas akan bersinergi dengan perangkat desa, tenaga kesehatan dan kader untuk memantau perkembangan warga, membantu edukasi gizi, serta memastikan penyaluran bantuan tepat sasaran tanpa penyelewengan. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat gotong royong, peduli terhadap ibu hamil dan balita, serta rutin memanfaatkan Posyandu.

Personil Polsek Cikalongwetan turut hadir melakukan pengamanan dan pemantauan agar kegiatan berlangsung aman dan kondusif.

Adapun hasil yang dicapai dalam Rembug Stunting ini antara lain:

  1. Kesepakatan Program Prioritas: Tersusunnya daftar usulan kegiatan penanganan gizi buruk, ibu hamil risiko tinggi, dan balita berisiko stunting di masing-masing desa.
  2. Komitmen Kolaborasi Lintas Sektor: Penandatanganan berita acara dan komitmen bersama antara pemerintah desa, kecamatan, UPTD P2KBP3A, Puskesmas Cikalongwetan dan Rende, bidan desa, hingga kader Posyandu/KPM.
  3. Penguatan Layanan Intervensi: Perumusan langkah konkret melalui program Dapur Sehat Atasi Stunting (DAHSAT), konseling gizi, dan pemberian makanan tambahan (PMT) bagi balita dan ibu hamil.
  4. Optimalisasi Data dan Monev: Evaluasi menyeluruh tren angka stunting di setiap RT/RW melalui sinkronisasi ke sistem digital Web Aksi Konvergensi Stunting untuk memastikan akurasi data penimbangan balita.
  5. Penyelarasan Data Sasaran: Pemetaan riil prevalensi dan keluarga berisiko stunting di tiap wilayah desa guna ketepatan sasaran program.
  6. Sinergi Peran: Terbentuknya pembagian peran yang terukur antara Pemerintah Kecamatan, Pemerintah Desa, TP-PKK, BPD, Puskesmas, unsur RT/RW, dan kader posyandu.

Melalui Rembug Stunting ini diharapkan percepatan penurunan stunting di Kecamatan Cikalongwetan dapat berjalan lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan menuju Cikalongwetan bebas stunting. (Red)

About The Author